Thursday, October 31, 2013

Bagaimana Proses atau Cara Pembuatan Piramida Mesir






Bagaimana Proses atau Cara Pembuatan Piramida Mesir

Bangungan –bangunan yang megah dan kokoh sisa peradaban prasejarah pada umumnya enak dilihat mata meski hanya tinggal puing-puingnya saja. Tapi dibalik semua itu kita masih dibuat heran dengan apa yang dilakukan manusia peradaban jaman prasejarah sampai bisa membuat bangunan semegah dan sekokoh seperti yang kita lihat sekarang ini. Seperti Piramida di Mesir, Stonehenge yang ada di Inggris dan bangunan Candi Borobudur di Indonesia, meski kita tahu bahwa Candi tersebut dibangun menurut sejarah adalah setelah masuk tahun Masehi.

Akan tetapi tetap saja, kita masih dibuat takjub mengingat sampai tahun tersebut peralatan yang ada masih sangat jauh untuk menunjang hingga bisa membuat sebuah bangunan yang demikian megah.

Pada kesempatan lain sebelumnya saya pernah menshare tentang bagaimana cara membuat bangunan-bangunan peniggalan prasejarah tersebut dengan bermacam- macam teori.

Sebagai penambah wawasan anda bisa membaca tentang penjelasannya pada artikel terkait dibawah ini >>
Penjelasan Ilmiah Tentang Misteri Pembuatan Candi dan Bangunan Megah dimasa Prasejarah



Memang dengan membaca pada artikel tersebut kita setidaknya mempunyai gambaran tentang bagaimana bangunan-bangunan peninggalan prasejarah itu dibuat.

Pada kesempatan ini juga saya menshare tentang salah satu teori yakni bagaimana proses pembuatan Piramida yang ada di Mesir dan bagaimana cara mereka mengangkat batu seberat itu?

Sampai sekarang para arkeolog dan ilmuwan disiplin ilmu lainnya masih kesulitan memecahkan rahasia tersebut karena tidak banyak bukti-bukti yang ditinggalkan bangsa Mesir. Selama ini, para ahli meyakini piramid Khufu dibangun dari bangunan utamanya di tengah kemudian baru ke samping untuk membentuk lerengnya atau membangun sisi lereng satu demi satu.

Tetapi seorang arsitek Perancis mengklaim telah menguak cara pembuatan Piramid Besar Khufu yang dilakukan bangsa Mesir kuno ribuan tahun lalu. Menurutnya, pembangunan piramid dilakukan dari bagian dalam dan bukan dengan konstruksi dari luar seperti digambarkan para ahli selama ini.

Konstruksi piramid raksasa yang dibangun Khufu, dikenal juga dengan nama Cheops, 4500 tahun lalu telah lama menarik perhatian para ilmuwan. Piramid setinggi 137 meter tersebut tersusun dari sekitar 3 juta buah batu yang masing-masing beratnya 2,5 ton.


Namun, setelah melakukan penelitian selama delapan tahun, arsitek Jean-Pierre Houdin berpendapat lain. Dari model komputer tiga dimensi yang berhasil diprogramnya terlihat bahwa piramid dibangun dari bawah ke atas. Mula-mula dibangun lereng paling bawah hingga ketinggian 43 meter. Kemudian konstruksi dilanjutkan dengan membangun lereng di atasnya hingga mencapai puncak.

Houdin juga mengklaim dapat menjelaskan teka-teki lainnya bagaimana cara menempatkan Kamar Raja yang dibangun dari 5 buah batu granit seberat 60 ton di ruangan piramid. berdasarkan bentuk piramid yang tinggi dan melebar, ia yakin bangsa Mesir menggunakan batu yang sama berat untuk menaikkannya dengan sejenis katrol.


Dengan teknik tersebut, untuk membangun makam raja sebesar itu, ia memperkirakan hanya dibutuhkan 4.000 orang. Perkiraan ini jauh lebih kecil daripada prediksi para ahli sebelumnya yang diperkirakan mencapai 100 ribu orang. Houdin berencana untuk membuktikan teorinya dengan cara melakukan uji coba langsung tanpa merusak piramid.

Ya, dengan kita melihat teori-teori diatas meski saya sendiri tidak paham dan malahan jadi pusing dibuatanya dengan teori tersebut, mudah-mudahan saja teori tersebut bisa mengungkap tentang cara pembuatan piramid yang sebenarnya.

Dan kalau bisa nanti buat pembaca yang mengetahui keberadaan Mister Houdin, tolong kasih tahu dan dimohon kesediaannya untuk bisa meneliti Piramid yang ada di Indonesia. Sebab piramid yang ada di Indonesia besarnya bisa 10 kali bahkan bisa lebih dibanding piramid Khufu atau Cheops. Dan yang lebih hebatnya lagi umurnya kalau Khufu hanya 4.5oo tahun sementara yang ada di Indonesia meski sampai saat ini masih berupa Gunung dengan nama Gunung Padang yang berada dikawasan Cianjur-Jawa Barat ini diperkirakan usianya lebih dari 10.000 tahun.

Pyramid - Gunung Padang di Indonesia 



Piramid yang masih berupa Gunung Padang tersebut disinyalir masih ada hubungannya dengan peradaban Atlantis yang melegenda itu.

Dan kalau beliau masih ragu dengan keterangan diatas tentang gunung padang, silahkan suruh baca artikelnya dibawah ini >>>
- Sekilas Mengenal Gunung Padang
- Gunung Padang in Indonesia is a mystery of the Lost Civilization

Bahkan kalau perlu baca juga artikel yang lainnya yang berkenaan dengan Indonesia di masa purba >>>
- Peradaban kuno Atlantis sebenarnya adalah Nusantara Purba ??
- Peradaban Manusia Berasal dari Indonesia?

Sampai disini postingan Mengenai Bagaimana Proses atau Cara Pembuatan Piramida Mesir, semoga artikel atau tulisan diatas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda, salam sukses selalu ...

Sumber dan bahan tulisan;
wikipedia, nationalgeographic.com, dailymail.co.uk, bbc.co.uk


Edit; wawansurya
Sumber ;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

Artikel Menarik Lainnya :



3 comments:

  1. Thanks ya gan udah sharing, thanks kebetulan sedang ada tugas tentang ni hehe tengkyu bacaanya :)

    ReplyDelete
  2. Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan.

    Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu sepuluh hari hingga mirip dengan batu aslinya.

    Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”

    Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

    Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.

    Piramida, dan lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.

    Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.

    ReplyDelete
  3. “Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka BAKARLAH HAI HAMAN UNTUKKU TANAH LIAT kemudian buatkanlah untukku BANGUNAN YANG TINGGI supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta.” (Al-Qashash:38)

    ReplyDelete