Wednesday, April 15, 2015

Bani Ishaq Adalah Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman






Literatur Modernisasi Dalam Perspektif Islam
Bani Ishaq Adalah Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai? Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat wal'afiat yahh.. :WA kali ini tidak akan memposting Artikel yang berhubungan dengan Posting dan Gambar Porno :) tetapi WA akan mencoba menshare tentang bahasan mengenai ARTIKEL AKHIR ZAMAN yang disunting dari berbagai sumber dan sumber utama.

Pada pembahasan yang lalu, waones articles telah menyinggung bahasan mengenai Ashabu Rayati Sud (Pasukan Panji Hitam) Bag.2, dan bila anda ingin membaca artikel lainnya yang berhubungan dengan artikel Akhir Zaman, silahkan klik Open dibawah ini dan Klik pada Link judul artikel tersebut.

Selamat membaca !!!
-------------
Klik Open >>>



















=========================
--------------------

Bani Ishaq Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman


Salah satu isyarat dari Rasulullah saw tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat.

Bila penaklukkan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya; tidak demikian halnya dengan penaklukkan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era imam Al-Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pasca al-malhamah al-kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al-Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.

Rasulullah Saw bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau Saw bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal ini ; hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak : Sesungguhnya dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali. HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantin atau Roma? Maka beliau Saw menjawab,”Kota Heraklius akan ditaklukkan pertama kali.[1]

Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas ? Para penulis tentang fitnah akhir zaman berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Ada yang menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian mengatakan bahwa bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir.[2]

Mengenal Lebih Detil Tentang Bani Ishaq
Untuk mengetahui siapakah sebenarnya Bani Ishaq, perlu menelaaah kembali buku-buku sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan Nabi Ibrahim. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka sangat keliru orang yang menyebutkan bahwa bani Ishaq adalah bangsa Rum atau keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah Saw menyebut mereka sebagai bani Ashfar, sebagian mereka ada yang masuk Islam di zaman Al-Mahdi, sehingga membuat kawan-kawan yang setanah air dengan mereka menjadi marah dan menginginkan agar kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun kaum muslimin tidak menyerahkan sebagian Bani Asfar yang masuk Islam itu kepada bangsa Rum. Bani Ishaq juga bukan keturunan Israel. Sebab Bani Israel kemunculannya adalah setelah nabi Ishaq.

Bani Ishaq yang disebutkan Rasulullah Saw sebagai pembebas Konstantin adalah keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Sedangkan Bani Israel adalah keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Mereka adalah sisa-sisa pasukan Islam dari Madinah yang menang dalam pertempuran terdahsyat melawan Bangsa Rum dalam Malhamah Kubra. Mereka inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Saw sebagai pasukan “tidak akan terkena fitnah selamanya atau tidak akan tersesat selamanya”. Maka, sangat keliru jika Bani Ishaq adalah mereka bangsa Eropa yang masuk Islam lalu bergabung dengan pasukan Al-Mahdi.

Kemungkinan yang paling logis adalah keturunan Ish ini kemudian menyebar di wilayah Khurasan (Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Iraq dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita Al-Mahdi telah datang segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Mereka adalah pasukan berbendera hitam (ashhabu rayati Suud) yang membai’at Al-Mahdi dan menjadi pengikutnya. Sebelum terjadinya penaklukan Konstantin, mereka adalah umat Islam yang selalu menyertai Al-Mahdi dalam semua penaklukannya, termasuk dalam penaklukan Jazirah Arab.

Pengikut Al-Mahdi bukan hanya dari ashhabu rayati suud, banyak umat Islam lain yang turut bergabung pada awal kemunculannya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian mereka ada yang tidak sanggup bertahan menjalani kehidupan bersama Al-Mahdi, karena beratnya beban jihad yang harus dipikul. Puncak pengkristalan pasukan Al-Mahdi adalah dalam peristiwa perang Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq, dimana 1/3 pasukan Al-Mahdi murtad dan mundur dari peperangan, 1/3 pasukan mendapatkan syahadah, dan sisanya adalah 1/3 pasukan. Sisa pasukan itulah yang terus bertahan bersama Al-Mahdi dalam pertempuran berikutnya. Jumlah 1/3 pasukan itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw sebagai manusia terbaik yang hidup di dunia. Mereka datang dari kota Madinah. Namun, mereka bukan penduduk Madinah asli, mereka adalah umat Islam yang datang dari arah Timur (Khurasan). Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus-menerus mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya selama beberapa waktu mereka tinggal di Madinah.

Jadi Bani Ishaq adalah penduduk Madinah / penduduk Hijaz yang setia menemani Al-Mahdi sejak mereka memba’iatnya. Mereka adalah pemilik bendera hitam yang datang dari Khurasan untuk mengukuhkan kekuasaan Al-Mahdi dan membebaskan Jazirah Arab lalu menetap di dalamnya selama beberapa masa. Mereka inilah yang kelak menaklukkan negri Konstantinopel dengan 70.000 pasukan.

Ada beberapa nash yang mengisyaratkan hal itu, dimana penduduk Khurasan (Persia) kelak akan menggantikan orang-orang Madinah asli. Mereka akan menggapai apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw kepada mereka. Bukankah beliau pernah bersabda: ‘Seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang dari keturunan Persia.” [3]

Prediksi bahwa penduduk Arab akan digantikan oleh bangsa lain telah disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa riwayat, di antaranya sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Tirmidzi dalam Al Miskat:

Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”

Dalam riwayat di atas, para sahabat khawatir setelah turunnya surah Muhammad ayat 38. Mereka khawatir bila diganti oleh kaum lain. Sehingga, para sahabat bertanya pada Rasululllah “Bila kami diganti kaum lain, siapakah mereka, ya Rasulullah?” Maka, Rasulullah menjawab, “Sebagian kaum Persia.” Nash di atas menunjukkan bahwa yang akan menggantikan bangsa Arab adalah sebagian penduduk Persia, bukan seluruh Persia. Bisa jadi Persia Iran, atau Persia Afghan atau Persia Pakistan atau Persia Kashmir. Wallahu ‘alam

Merekalah yang akan menggantikan kedudukan orang Arab di Jazirah, sampai akhirnya mereka menjadi penduduk terbaik di bumi yang berasal dari Madinah. Melalui tangan mereka Rum dikalahkan dan Konstantin ditaklukkan.

Bilakah peristiwa itu Terjadi ?
Besar kemungkinan peristiwa tersebut terjadi pada zaman Al-Mahdi, dimana kemunculan Al-Mahdi adalah saat manusia berselisih dan bertikai, kondisi umat Islam secara umum dalam puncak kehinaan dan terus didzalimi. Sementara penduduk Arab justru terbuai dengan dunia karena kemewahan hidup dan melimpahnya kekayaan mereka. Agama sudah banyak ditinggalkan dan perwalian mereka sudah digadaikan kepada bangsa barat.

Akibatnya, Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka. Berdasarkan hadits tersebut, maka orang-orang keturunan Arab di Jazirah akan digantikan kedudukannya oleh sebagian orang Persia (kemungkinan adalah sebagian penduduk Khurasan dari wilayah Afghanistan, Pakistan, Kashmir dan Iraq). Hal ini akan terjadi pada zamannya Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ashabu Rayati Suud, Rasulullah Saw bersabda, “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)

Jadi, bani Ishaq adalah orang Persia (Khurasan). Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu bani Ishaq berpendapat bahwa, “Penduduk (Farisi) Persia adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.

Wallahu a’lam bish shawab.

[1] HR. Ahmad

[2] Lihat : An Nihayah fil Fitan Wal Malahim.

[3] HR. Bukhari dan Muslim.

https://granadamediatama.wordpress.com/arsip/bani-ishaq-pasukan-penakluk-konstantinopel-di-akhir-zaman/

----------------------------

Benarkah Bani Ishaq Adalah Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman ?

Salah satu isyarat dari Rasulullah saw tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat.

Bila penaklukkan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya; tidak demikian halnya dengan penaklukkan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era imam Al-Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pasca al-malhamah al-kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al-Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.

Rasulullah Saw bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau Saw bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal ini ; hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak : Sesungguhnya dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantin atau Roma? Maka beliau Saw menjawab,”Kota Heraklius akan ditaklukkan pertama kali.[1]

Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas ? Para penulis tentang fitnah akhir zaman berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Ada yang menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian mengatakan bahwa bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir.[2]

Mengenal Lebih Detil Tentang Bani Ishaq
Untuk mengetahui siapakah sebenarnya Bani Ishaq, perlu menelaaah kembali buku-buku sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan Nabi Ibrahim. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka sangat keliru orang yang menyebutkan bahwa bani Ishaq adalah bangsa Rum atau keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah Saw menyebut mereka sebagai bani Ashfar, sebagian mereka ada yang masuk Islam di zaman Al-Mahdi, sehingga membuat kawan-kawan yang setanah air dengan mereka menjadi marah dan menginginkan agar kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun kaum muslimin tidak menyerahkan sebagian Bani Asfar yang masuk Islam itu kepada bangsa Rum. Bani Ishaq juga bukan keturunan Israel. Sebab Bani Israel kemunculannya adalah setelah nabi Ishaq.

Bani Ishaq yang disebutkan Rasulullah Saw sebagai pembebas Konstantin adalah keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Sedangkan Bani Israel adalah keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Mereka adalah sisa-sisa pasukan Islam dari Madinah yang menang dalam pertempuran terdahsyat melawan Bangsa Rum dalam Malhamah Kubra. Mereka inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Saw sebagai pasukan “tidak akan terkena fitnah selamanya atau tidak akan tersesat selamanya”. Maka, sangat keliru jika Bani Ishaq adalah mereka bangsa Eropa yang masuk Islam lalu bergabung dengan pasukan Al-Mahdi.

Kemungkinan yang paling logis adalah keturunan Ish ini kemudian menyebar di wilayah Khurasan (Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Iraq dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita Al-Mahdi telah datang segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Mereka adalah pasukan berbendera hitam (ashhabu rayati Suud) yang membai’at Al-Mahdi dan menjadi pengikutnya. Sebelum terjadinya penaklukan Konstantin, mereka adalah umat Islam yang selalu menyertai Al-Mahdi dalam semua penaklukannya, termasuk dalam penaklukan Jazirah Arab. 

Pengikut Al-Mahdi bukan hanya dari ashhabu rayati suud, banyak umat Islam lain yang turut bergabung pada awal kemunculannya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian mereka ada yang tidak sanggup bertahan menjalani kehidupan bersama Al-Mahdi, karena beratnya beban jihad yang harus dipikul. Puncak pengkristalan pasukan Al-Mahdi adalah dalam peristiwa perang Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq, dimana 1/3 pasukan Al-Mahdi murtad dan mundur dari peperangan, 1/3 pasukan mendapatkan syahadah, dan sisanya adalah 1/3 pasukan. 

Sisa pasukan itulah yang terus bertahan bersama Al-Mahdi dalam pertempuran berikutnya. Jumlah 1/3 pasukan itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw sebagai manusia terbaik yang hidup di dunia. Mereka datang dari kota Madinah. Namun, mereka bukan penduduk Madinah asli, mereka adalah umat Islam yang datang dari arah Timur (Khurasan). Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus-menerus mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya selama beberapa waktu mereka tinggal di Madinah. 

Jadi Bani Ishaq adalah penduduk Madinah / penduduk Hijaz yang setia menemani Al-Mahdi sejak mereka memba’iatnya. Mereka adalah pemilik bendera hitam yang datang dari Khurasan untuk mengukuhkan kekuasaan Al-Mahdi dan membebaskan Jazirah Arab lalu menetap di dalamnya selama beberapa masa. Mereka inilah yang kelak menaklukkan negri Konstantinopel dengan 70.000 pasukan. 

Ada beberapa nash yang mengisyaratkan hal itu, dimana penduduk Khurasan (Persia) kelak akan menggantikan orang-orang Madinah asli. Mereka akan menggapai apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw kepada mereka. Bukankah beliau pernah bersabda: ‘Seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang dari keturunan Persia.” [3]

Prediksi bahwa penduduk Arab akan digantikan oleh bangsa lain telah disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa riwayat, di antaranya sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Tirmidzi dalam Al Miskat:
Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.” 

Dalam riwayat di atas, para sahabat khawatir setelah turunnya surah Muhammad ayat 38. Mereka khawatir bila diganti oleh kaum lain. Sehingga, para sahabat bertanya pada Rasululllah “Bila kami diganti kaum lain, siapakah mereka, ya Rasulullah?” Maka, Rasulullah menjawab, “Sebagian kaum Persia.” Nash di atas menunjukkan bahwa yang akan menggantikan bangsa Arab adalah sebagian penduduk Persia, bukan seluruh Persia. Bisa jadi Persia Iran, atau Persia Afghan atau Persia Pakistan atau Persia Kashmir. Wallahu ‘alam
Merekalah yang akan menggantikan kedudukan orang Arab di Jazirah, sampai akhirnya mereka menjadi penduduk terbaik di bumi yang berasal dari Madinah. Melalui tangan mereka Rum dikalahkan dan Konstantin ditaklukkan.

Bilakah peristiwa itu Terjadi ?
Besar kemungkinan peristiwa tersebut terjadi pada zaman Al-Mahdi, dimana kemunculan Al-Mahdi adalah saat manusia berselisih dan bertikai, kondisi umat Islam secara umum dalam puncak kehinaan dan terus didzalimi. Sementara penduduk Arab justru terbuai dengan dunia karena kemewahan hidup dan melimpahnya kekayaan mereka. Agama sudah banyak ditinggalkan dan perwalian mereka sudah digadaikan kepada bangsa barat.
Akibatnya, Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka. 

Berdasarkan hadits tersebut, maka orang-orang keturunan Arab di Jazirah akan digantikan kedudukannya oleh sebagian orang Persia (kemungkinan adalah sebagian penduduk Khurasan dari wilayah Afghanistan, Pakistan, Kashmir dan Iraq). Hal ini akan terjadi pada zamannya Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ashabu Rayati Suud, Rasulullah Saw bersabda, “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)

Jadi, bani Ishaq adalah orang Persia (Khurasan). Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu bani Ishaq berpendapat bahwa, “Penduduk (Farisi) Persia adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.
Wallahu a’lam bish shawab.
 
[1] HR. Ahmad
[2] Lihat : An Nihayah fil Fitan Wal Malahim.
[3] HR. Bukhari dan Muslim.

https://granadamediatama.wordpress.com/arsip/bani-ishaq-pasukan-penakluk-konstantinopel-di-akhir-zaman/

-------------------------

Mengenal Bani Ishaq-Pasukan setia Imam Mahdi

Khurasan
Wilayah Khurasan
Siapakah yang dimaksud Bani Ishaq? Banyak pendapat tentang Bani Ishaq itu. Ada yang menyebutkan mereka  adalah bangsa Romawi yang telah masuk Islam di akhir zaman sebagaimana yang disebutkan  riwayat ini.

Mustaurid Qurasyi berkata di hadapan ‘Amru bin ‘Ash “Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Kiamat terjadi sedangkan Romawi merupakan manusia paling banyak”. Maka, ‘Amru menukasnya: “Lihatlah, apa yang barusan kau katakan!” Ia menjawab: “Aku hanya mengatakan apa yang pernah kudengar dari Rasulullah”.

Yang benar Bani Ishaq itu siapa?
Sebelum itu mari kita menelaah sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan nabi Ibrahim. Seperti yang disebut Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka kelirulah pendapat bahwa bani ini merupakan bangsa Rum alias keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah SAW menyebut mereka sebagai Bani Ashfar, sebagian dari mereka ada yang masuk Islam di zaman al-Mahdi.  

Perhatikan Silsilah Keturunan Bani Ishaq di bawah ini

Silsilah/Asal Mula Bani IshaqDilihat dari silsilahnya, Bani Ishaq bukanlah keturunan Israel. Sebab Bani Israel kemunculannya setelah nabi Ishaq, sebagaimana Nabi Ibrahim, Nabi Isma’il, Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub, kesemuanya bukan termasuk bani Israel. Allah SWT berfirman: “Ataukah kau (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi dan Nashrani? Katakanlah, “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah?, dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah menyembunyikan syahadatnya dari Allah yang ada padanya? Allah sekali-kali tidak akan lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (Al Baqarah : 140)

Kemungkinan paling logis adalah keturunan Ish yang menyebar di wilayah Khurasan (Afganistan, Pakistan, Kashmir, Iraq dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita al-Mahdi telah datang segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Merekalah Ashhabu Rayati Suud (pasukan bebendera hitam) yang membaiat al-Mahdi dan menjadi pengikut setianya. Sebelum terjadinya penaklukan konstantinopel. Bani Ishaq selalu menyertai Imam Mahdi dalam penaklukan, termasuk jazirah arab.
Mereka datang dari kota Madinah. Namun mereka bukan penduduk Madinah asli, mereka adalah umat Islam yang datang dari arah timur (Khurasan). 

Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus menerus  mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya menetap sementara di Madinah.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang keturunan Persia

Terus bagaimana dengan penduduk asli Madinah?
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang suatu zaman pada manusia yang waktu itu seseorang memanggil anak pamannya dan kerabatnya, ‘Marilah kita pergi mencari kebebasan dan kemewahan’ Padahal, kota Madinah lebih baik bagi mereka kalau mereka mengetahui. Demi Allah yang diriku berada dalam genggaman-Nya, tidak seorangpun dari mereka yang keluar meninggalkan Madinah karena merasa tidak suka melaikan Allah menggantinya dengan orang yang lebih baik daripada dia.”
Benarkah al-qaeda adalah Bani Ishaq? Para penduduk Madinah di akhir zaman lebih suka meninggalkan kota Madinah untuk mencari kesenangan dunia. Ada kemungkinan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada saat Dajjal mendekati kota Madinah, lalu ia menghentakan kakinya ke tanah. Maka orang-orang Madinah, baik laki-laki maupun perempuan yang nifak akan keluar dan menyambut Dajjal. Dajjal tidak dapat memasuki Madinah sesuai dengan janji Allah SWT, apabila Dajjal mendekati Madinah, ia akan dihalangi oleh sejumlah barisan malaikat. Karena itu ia (Dajjal) mendatangi Sabkhatul Juruf (tanah berbatu) lalu memukul serambinya agar para penduduk Madinah yang hatinya penuh dengan kenifakan keluar dari Madinah.

Dengan penjelasan diatas, jelaslah kekeliruan pendapat yang menyebutkan bahwa  Bani Ishaq adalah bangsa Rum (Amerika dan Eropa) yang masuk Islam pada akhir zaman.
Sekarang benarkah dugaan al-Qaeda dan Taliban merupakan Bani Ishaq itu? Mengingat mereka tinggal di wilayah Khurasan, wallahua’lam bish shawab.
http://iwanttohappierever.blogspot.com/2014/06/mengenal-bani-ishaq-pasukan-setia-imam.html

-----------------------------

52-53. Penaklukan Konstantinopel. Munculnya Al-Qahthani

TANDA-TANDA KECIL KIAMAT

Oleh
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil


52. PENAKLUKAN KOSTANTINOPEL [1]
Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah penaklukan kota Konstantinopel -sebelum keluarnya Dajjal- di tangan kaum muslimin. Yang dapat difahami dari berbagai hadits bahwa penaklukan ini terjadi setelah peperangan mereka dengan bangsa Romawi pada sebuah peperangan yang sangat besar dan kemenangan kaum muslimin atas mereka. Waktu itu kaum muslimin pergi menuju Konstantinopel, lalu Allah menaklukkannya untuk kaum muslimin tanpa ada peperangan. Senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil (ucapan Laa ilaaha illallaah).

Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ.

“Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi (lain) ada di lautan?” Mereka menjawab, “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya (kota tersebut), ketika mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula melemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ maka salah satu sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin) -Tsaur [2] (salah seorang perawi hadits) berkata, “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, ‘Yang ada di lautan.’” Kemudian mereka mengucapkan untuk kedua kalinya, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin). Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, “Sesungguhnya Dajjal telah keluar,’ lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.’” [3]

Ada sesuatu yang musykil dalam ungkapan hadits ini:

...يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ.

“… Sehingga 70.000 dari bani Ishaq menyerangnya…”

Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al-Shis bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil Alaihissallam [4]. Maka bagaimana bisa penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh mereka?!

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata, “Demikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahiih Muslim: ‘Dari bani Ishaq.’”

Kemudian beliau berkata, “Sebagian dari mereka berkata, ‘Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah dari bani Isma’il,” inilah makna yang ditunjukkan oleh hadits, karena yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab.” [5]

Sementara itu al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat sesungguhnya hadits ini menunjukkan bahwa bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman. Barangkali penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh sebagian dari mereka, sebagaimana diungkapkan oleh hadits terdahulu, ‘Sesungguhnya 70.000 orang dari bani Ishaq memeranginya.’”

Pendapat ini diperkuat dengan kenyataan bahwa mereka dipuji di dalam hadits al-Mustaurid al-Qurasy, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ، فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ: لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا إِنَّهُمْ َلأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ، وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ، وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ، وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ وَأَمْنَعُهُمْ مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ.

‘Kiamat akan tegak sementara bangsa Romawi adalah manusia yang paling banyak,’” lalu ‘Amr berkata (kepada al-Mustaurid), “Jelaskanlah apa yang kau ucapkan itu!” dia berkata, “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” Dia berkata, “Jika demikian yang engkau ungkapkan, maka sesungguhnya di dalam diri mereka ada empat (keistimewaan): sesungguhnya mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah, paling cepat sadar ketika terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan sebaik-baiknya (manusia) dalam menghadapi orang miskin, anak yatim dan orang lemah, dan yang kelima adalah sesuatu yang indah lagi elok, yaitu mereka orang yang paling bersemangat mencegah kezhaliman para raja.” [6]

Komentar saya: Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi di akhir zaman memeluk Islam adalah hadits Abu Hurairah terdahulu tentang peperangan bangsa Romawi. Waktu itu bangsa Romawi berkata kepada kaum muslimin:

خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ. فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لاَ وَاللهِ لاَ نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا.

“Biarkanlah kami membunuh orang-orang yang tertawan dari kalangan kami.” Kemudian kaum muslimin berkata, “Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.” [7]

Bangsa Romawi meminta kepada kaum muslimin agar membiarkan mereka memerangi orang yang telah ditawan dari kalangan mereka karena mereka telah memeluk Islam, lalu kaum muslimin menolaknya dan menjelaskan kepada orang-orang Romawi bahwa orang yang telah masuk Islam dari kalangan mereka adalah saudara-saudara kami, maka kami tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun. Kenyataan banyaknya pasukan kaum muslimin dari kalangan orang-orang yang sebelumnya ditawan dari kalangan orang-orang kafir bukanlah hal yang aneh.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hal ini ada pada zaman kita sekarang ini, bahkan kebanyakan pasukan Islam di negeri-negeri Syam, dan Mesir adalah para tawanan, kemudian mereka sekarang ini -alhamdulillaah- adalah orang yang menawan orang-orang kafir, dan beberapa kali menawan mereka di zaman kita ini, satu kali saja mereka menawan ada beberapa ribu orang kafir yang ditawan, maka segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada Islam.[8]

Pendapat yang mengatakan bahwa yang menaklukkan Konstantinopel adalah orang-orang dari keturunan Ishaq diperkuat oleh kenyataan bahwa pasukan Romawi jumlahnya mencapai jutaan. Sebagian dari mereka tewas dan yang lainnya masuk ke dalam Islam, dan yang masuk Islam dari kalangan mereka bergabung dengan pasukan kaum muslimin untuk menaklukan Kon-stantinopel, wallaahu a’lam.

Penaklukan Konstantinopel tanpa peperangan belum terjadi sampai se-karang. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwasanya beliau berkata:

فَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ مَعَ قِيَامِ السَّاعَةِ.

“Penaklukan Konstantinopel terjadi seiring dengan akan terjadinya hari Kiamat.”

Kemudian at-Tirmidzi berkata, “Mahmud -maksudnya adalah Ibnu Ghailan, guru at-Tirmidzi- berkata, ‘Hadits ini gharib. Konstantinopel adalah sebuah kota di Romawi, ditaklukkan ketika Dajjal keluar. Sedangkan Konstantinopel telah ditaklukkan pada zaman Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.’”[9]

Yang benar bahwa Konstantinopel tidak pernah ditaklukkan pada zaman Sahabat, karena Mu’awiyah Radhiyallahu anhu mengirim anaknya, Yazid, ke sana dengan membawa pasukan yang di antara mereka adalah Abu Ayyub al-Anshari, dan penaklukannya belum sempurna. Kemudian daerah tersebut dikepung oleh Maslamah bin ‘Abdil Malik, akan tetapi belum juga bisa ditaklukan, akan tetapi beliau melakukan perdamaian dengan penduduknya untuk mendirikan masjid di sana.” [10]

Penaklukan yang dilakukan bangsa Turk terhadap Konstantinopel pun terjadi dengan peperangan. Kemudian negeri tersebut saat ini berada di tangan orang-orang kafir dan akan ditaklukkan kembali dengan penaklukan yang terakhir, sebagaimana dikabarkan oleh orang yang dibenarkan ucapannya Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ahmad Syakir rahimahullah berkata, “Penaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar (adanya) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir (paling besar). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” [11]

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Kota bangsa Romawi, dinamakan Konstantinopel, yaitu sebuah kota yang terkenal pada zaman sekarang dengan nama Istanbul, satu kota di Turki. Pada masa lalu terkenal dengan sebutan Bizantium, kemudian ketika raja tertinggi Bizantium memimpin Romawi, dia membangun pagar di sana dan menamakannya dengan sebutan Konstantinopel dan menjadikannya sebagai ibu kota bagi kerajaannya. Daerah tersebut memiliki teluk yang mengelilingi dua sisi, sebelah timur dan utara (di lautan), dan kedua sisinya yang lain, yaitu sebelah barat dan selatan adalah di daratan.
Lihat kitab Mu’jamul Buldaan (IV/347-348), karya Yaqut al-Hamawi.
[2]. Dia adalah Tsaur bin Zaid ad-Daili mawali mereka adalah al-Madani, tsiqah, wafat pada tahun (135 H) rahimahullah.
Lihat Shahiih Muslim (XVIII/43, an-Nawawi), dan Tahdziibut Tahdziib (II/ 31-32).
[3]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraatus Saa’ah (XVIII/43-44, Syarh an-Nawawi).
[4]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/58) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[5]. Syarh an-Nawawi li Shahiih Muslim (XVIII/43-44).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/22, Syarh an-Nawawi).
[7]. Shahiih Muslim (XVIII/21, Syarh an-Nawawi).
[8].Syarah an-Nawawi li Shahiih Muslim (XVIII/21).
[9]. Jaami’ at-Tirmidzi, bab Maa Jaa-a fii ‘Alaamatil Khuruujid Dajjal (VI/498).
[10]. Lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim (I/62) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[11]. Hasyiyah ‘Umdatut Tafsiir ‘an Ibni Katsir (II/256) diringkas dari ditahqiq oleh Ahmad Syakir.


53. MUNCULNYA AL-QATHANI
Di akhir zaman akan muncul seorang laki-laki dari Qahthan, orang-orang taat kepadanya, dan berkumpul padanya. Hal itu terjadi ketika zaman telah berubah, karena itulah Imam al-Bukhari menyebutkannya dalam bab taghayyuriz zamaan (perubahan zaman).

Imam Ahmad dan asy-Syaikhani (al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوقُ النَّاسَ بِعَصَاهُ.

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga keluar seorang laki-laki dari Qahthan yang menggiring manusia dengan tongkatnya.” [1]

Al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Sabda beliau: ‘… menggiring manusia dengan tongkatnya,’ adalah kinayah (kiasan) dari ketaatan manusia kepadanya dan kesepakatan mereka untuk mentaatinya, bukanlah yang dimaksud (di dalam hadits) adalah tongkat secara hakiki, itu hanya sebagai perumpamaan dari ketaatan mereka kepadanya dan kekuasaannya kepada mereka. Hanya saja, penyebutan kata tersebut terdapat dalil bahwa ia orang yang keras kepada mereka.” [2]

Kami katakan: Benar, penggiringan yang dilakukannya terhadap manusia merupakan kiasan ketaatan dan kepatuhan mereka kepadanya. Hanya saja, yang diisyaratkan oleh al-Qurthubi berupa sikapnya yang keras kepada mereka bukanlah sikap yang ditujukan kepada semuanya, sebagaimana nam-pak dari perkataannya. Ia hanyalah keras kepada orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Dia adalah orang shalih yang menghukumi dengan adil. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang dinukil oleh Ibnu Hajar dari Nu’aim bin Hammad [3], beliau meriwayatkan dari jalan yang kuat dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa beliau menyebutkan para khalifah, kemudian dia berkata, “Dan seorang laki-laki dari Qahthan.”

Demikian pula yang diriwayatkan dengan sanad yang jayyid dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya beliau berkata tentangnya:

وَرَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ كُلُّهُمْ صَالِحٌ.

“Dan seseorang dari Qahthan, semuanya (orang Qahthan) adalah orang shalih.” [4]

Ketika ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa akan ada seorang raja (penguasa) dari Qahthan, marahlah Mu’awiyah Radhiyallahu anhu, lalu dia berdiri dan memuji Allah dengan sesuatu yang sesuai dengan-Nya, kemudian beliau berkata, “Amma ba’du, telah sampai kepadaku bahwa beberapa orang dari kalian membawakan beberapa riwayat yang tidak ada di dalam Kitabullah, tidak pula diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka adalah orang-orang bodoh di antara kalian, maka hati-hatilah kalian dari angan-angan yang dapat menyesatkan pelakunya, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذَا اْلأَمْرَ فِي قُرَيْشٍ، لاَ يُعَادِيْهِمْ أَحَدٌ، إِلاَّ كَبَّهُ اللهُ عَلَى وَجْهِهِ، مَا أَقَامُوا الدِّيْنَ.

“Sesungguhnya urusan (kekhilafahan) ini akan tetap ada pada keturunan Quraisy, tidak ada seorang pun yang mencabutnya kecuali Allah akan menelungkupkan mukanya; selama mereka (keturunan Quraisy) menegakkan agama.” [HR. Al-Bukhari][5]

Mu’awiyah hanya mengingkarinya karena takut bila seseorang menyangka bahwa kekhalifahan bisa dipegang oleh selain Quraisy, sementara Mu’awiyah sendiri tidak mengingkari akan adanya seorang tokoh dari Qahthan. Karena di dalam hadits Mu’awiyah terdapat ungkapan “Selama mereka menegakkan agama”, artinya jika mereka (Quraisy) tidak menegakkan agama, maka urusan (kekhilafahan) tersebut keluar dari tangan mereka, dan ini pernah terjadi. Manusia akan tetap mentaati seorang Quraisy hingga mereka lemah dalam memegang teguh agama, sehingga mereka pun lemah, dan pada akhirnya kepemimpinan berpindah kepada yang lainnya. [6]

Al-Qahthani ini bukanlah Jahjah [7] , karena al-Qahtani di sini adalah keturunan dari orang merdeka, karena penisbatannya kepada Qahthan yang merupakan puncak nasab penduduk Yaman dari kalangan Himyar, Kindah, Hamadan dan yang lainnya [8]. Adapun Jahjah termasuk dari keturunan budak belian.

Pendapat ini diperkuat riwayat yang disebutkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّـى يَمْلِكَ رَجُلٌ مِنْ الْمَوَالِـي يُقَالُ لَهُ جَهْجَاهُ.

‘Tidak akan lenyap siang dan malam sehingga seseorang dari (kalangan) hamba sahaya yang bernama Jahjah menjadi raja.’”[9]

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Musnad Ahmad (XVIII/103) (no. 9395), Syarh Ahmad Syakir, disempurnakan oleh Dr. Al-Husaini ‘Abdul Majid Hasyim, Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Taghayyuriz Zamaan hatta Tu’badul Autsaan (XIII/76, al-Fat-h), Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/36, Syarh an-Nawawi).
[2]. At-Tadzkirah (hal. 635).
[3]. Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i. Termasuk tokoh pembesar para Hafizh (ahlul hadits), al-Bukhari meriwayatkan darinya sebagai penyerta, Muslim meriwayatkan darinya dalam Muqaddimah, demikian pula Ash-habus Sunan kecuali an-Nasa-i. Imam Ahmad mentsiqahkannya, begitu juga Yahya bin Ma’in, dan al-‘Ajali. Abu Hatim berkata, “Dia perawi shaduq.” An-Nasa-i melemahkannya, adz-Dzahabi berkata, “Salah seorang Imam akan tetapi layyin di dalam hadits,” Ibnu Hajar berkata, “Shaduq dan sering salah,” adz-Dzahabi menukil dari Nu’aim bahwa beliau berkata, “Se-belumnya aku adalah seorang Jahmiyyah, karena itulah aku mengenal perkataan mereka, ketika aku meminta hadits, aku tahu sesungguhnya akhir dari pendapat mereka adalah Ta’thil (meniadakan seluruh sifat Allah).” Wafat pada tahun 228 H rahimahullah.

Lihat Tadzkiratul Huffaazh (II/418-420), Miizaanul I’tidaal (IV/267-270), Tahdziibut Tahdziib (X/458-463), Taqriibut Tahdziib (II/305), Hadyus Saari Muqaddimah Fat-hul Baari (hal. 447), dan Khulashah Tadzhiibut Tahdziibil Kamaal (hal. 403).
[4]. Fat-hul Baari (VI/535).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Manaaqib bab Manaaqibu Quraisy (VI/532-533).
[6]. Lihat Fat-hul Baari (XIII/115)
[7]. Berbeda dengan pendapat al-Qurthubi, beliau berkata di dalam kitab at-Tadz-kirah (hal. 636), “Barangkali seorang laki-laki dari Qahthan itu adalah seorang laki-laki yang bernama Jahjaah.”
[8]. Lihat Fat-hul Baari (VI/545, XIII/78).
[9]. Musnad Ahmad (XVI/156) (no. 8346), syarah dan ta’liq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih, hadits ini terdapat dalam Shahiih Muslim (XVIII/ 36) tanpa lafazh (مِنَ الْمَوَالِي).

http://almanhaj.or.id/content/709/slash/0/52-53-penaklukan-konstantinopel-munculnya-al-qahthani/

----------------------

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo


Telah bersabda Rasulullah SAW; "Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi.

Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s." (HR. Muslim dari Sayidina Abu Hurairah R.A)


Sabda Rasullullah s.a.w: "Kamu akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rom dalam keadaan aman lalu kamu akan berperang bersama mereka menentang satu musuh dari belakang mereka. Maka kamu akan selamat dan mendapat rampasan perang, kemudian kamu akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit, maka berdirilah seorang lelaki dari kaum Rom. Lalu dia mengangkat tanda salib dan berkata: "Salib telah menang!", maka datanglah seorang lelaki dari kaum Muslimin dan membunuh lelaki Rom tersebut lalu kaum Rom telah berlaku khianat dan terjadilah peperangan demi peperangan. Dimana mereka akan bersatu menghadapi kamu di bawah 80 bendera dan di bawah setiap bendera terdapat 12 ribu bendera". (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Dalam hadis diatas digambarkan terdapat terdapat satu persepakatan antara kaum Muslimin dan bangsa Roman sekarang ini dikenali eropah dan pakatan ketenteraan mereka dikenali sebagai NATO. Kaum Muslimin di ajak bersama-sama dengan pakatan mereka untuk menentang musuh yang menjadi ancaman kepada mereka dan juga kaum muslimin. Ternyata pakatan eropah ini sudah mempunyai rancangan tersendiri iaitu mereka hanya ingin memperalatkan kaum muslimin bagi mencapai tujuan mereka. Mereka memberi bantuan persenjataan dan ketenteraan kepada kaum mujahidin kaum muslimin tetapi apabila kemenangan dicapai oleh mujahidin mereka mendakwa sebenarnya yang menang adalah pakatan salib.
Pakatan Salib Yang Dinaungi Knight Templer
Terdapat banyak sekali koleksi hadis-hadis berkenaan siri peperangan seumpama Armagedddon ataupun Peperangan Dunia ke-3 yang disabdakan Rasullullah s.a.w sebahagiannya digelar 'Hadis-hadis Fitan'. Imam Muslim membawa dalam penyusunan Sahih hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (r.) berkaitan dengan penaklukkan Konstantinopel (Istanbul sekarang):
Abu Hurairah melaporkan bahawa Nabi saw bersabda: "Pernahkah anda mendengar tentang sebuah bandar sebahagian yang berada di tanah dan sebahagian yang terletak di tepi laut?" Mereka berkata, "Ya, Wahai Rasulullah".Dia berkata: Hari Kiamat tidak akan berlaku sehingga sampai 70.000 dari keturunan Ishak dalam serangan itu. Ketika mereka datang ke sana, mereka akan turun dan tidak akan berperang dengan senjata dan tidak pula mereka melemparkan tombak apapun.

Mereka akan berkata, "Tidak ada yang berhak disembah (sahaja) melainkan Allah, dan Allah Maha Besar", dan satu setengah dari itu akan jatuh ... dan kemudian mereka akan mengatakan itu untuk kedua kalinya, "Tidak ada yang berhak disembah (sahaja) melainkan Allah, dan Allah Maha Besar", dan bantuan akan diberikan kepada mereka, dan mereka akan memasukinya, dan mereka akan mengumpul dan membahagikan harta rampasan ketika pembawa berita akan datang kepada mereka, berkata, "Dajjal telah muncul ", sehingga mereka akan meninggalkan segala sesuatu dan kembali. (ke Syam)
Tentang "Bani Ishaq" (Anak-anak Ishak) disebutkan dalam hadis ini, Ibnu Katsir menulis dalam bukunya "an-Nihayah fil Fitan-wal-Malaahim", melalui "Ashraat kita-Saa'ah"Yusuf bin Abdullah al-Waabil :
Hal ini menunjukkan bahawa ar-Room (di Rom, yang bererti Eropah) akan menjadi Muslim pada akhir waktu, dan mungkin penaklukan Konstantinopel (Istanbul) akan melalui tangan-tangan mereka, sebagai hadis tersebut telah menyatakan, bahawa 70,000 dari Bani Ishaq dalam serangan itu.

Dan Ibnu Khatsir juga menunjukkan dalam perkara yang sama bahawa "ar-Room" (Rom ) adalah dari keturunan al-ees, putra Ishaq (Isaac) bin Ibrahim, Khalil (alaihis salaam). Dan dalam hadis lain dalam Shahih Muslim, yang lebih menjelaskan, dilaporkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi saw bersabda:
Hari Kiamat tidak akan datang sampai Rom akan mendarat di al-A'maaq atau dalam Dabiq. Suatu tentera yang terdiri daripada (tentera) terbaik dari orang-orang di bumi pada waktu itu akan datang dari Madinah (untuk melawan mereka). Ketika mereka akan menetapkan diri dalam barisan, maka Rom akan berkata: "Jangan berdiri di antara kami dan mereka (umat Islam) yang mengambil tahanan dari antara kita, marilah kita bertarung dengan mereka", dan Muslim akan berkata: "Sebenarnya, dengan izin Allah, kita tidak akan mendapatkan selain daripada anda dan dari saudara-saudara kami yang mungkin anda melawan mereka ". Mereka kemudian akan berperang dan sepertiga (bahagian) tentera akan melarikan diri, yang Allah tidak akan mengampuninya. Sepertiga (sebahagian daripada tentera).

Mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah itu, akan dibunuh dan ketiga yang tidak pernah menerima keadilan akan menang dan mereka akan penakluk Konstantinopel. Dan ketika mereka akan sibuk dalam membahagikan barang rampasan perang (di antara mereka sendiri) selepas menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, Iblis akan menangis: Dajjal telah terjadi di antara keluarga anda. Mereka kemudian akan meninggalkan (untuk kembali ke Syria), tetapi akan menjadi sia-sia. Dan ketika mereka kembali ke Syria, ia ( Dajjal ) akan keluar saat mereka akan masih mempersiapkan diri untuk pertempuran menyusun kedudukan.

Pada saat itu, ketika umat Islam akan mempunyai kelimpahan kekayaan, emas dan perak, kaum Muslim akan sangat diremehkan, lemah dan tak berdaya. Negara-negara musuh akan mengundang satu sama lain untuk menerkam mereka seumpama orang lapar mengundang satu sama lain untuk makanan. Para sahabat r.a. bertanya dengan bimbang mengucapkan, "Wahai Nabi Allah! Apakah kita akan sangat sedikit jumlahnya?" Nabi Muhammad saw menjawab: "Tidak, kamu dalam bilangan yang besar seumpama buih di lautan, terlihat di mana-mana mata boleh mencapai Tapi kamu akan dapat ditawan oleh 'wahn' ..!" Para sahabat r.a. bertanya, "Wahai Nabi Allah! Apa itu 'wahn' Baginda saw menjawab: "Cinta dunia dan takut mati!" Anda akan bergandingan tangan dengan kumpulan Kristian dan perang dengan yang lain. Anda akan mendapatkan kemenangan.

Pada masa itu, anda akan hadir dalam dataran pergunungan besar dengan banyak pohon. Sementara itu, orang-orang Kristian akan menaikkan salib dan merujuk kemenangan itu. Pada masa ini, seorang Muslim akan menjadi marah, dan akan menarik salib ke bawah, di mana, orang-orang Kristian akan bersatu untuk melanggar semua perjanjian dengan orang-orang Muslim. Orang Kristian akan menuntut beberapa orang yang mereka inginkan, di mana kaum Muslimin akan menjawab: "Demi Allah Mereka adalah saudara kami. Kami tidak akan akan menyerahkan .. " Ini akan memulakan perang. Muslim sepertiga akan melarikan diri. Pertaubatan mereka tidak akan diterima. Sepertiga akan dibunuh. Mereka akan menjadi 'syahid' yang terbaik di sisi Allah. Sisanya satu pertiga akan mendapatkan kemenangan, sampai, di bawah pimpinan Imam Mahdi, mereka akan berperang melawan kafir.. (HR Ibnu Majah)

36 comments:

  1. Penenggelam tentera di padang pasir adalah pengesahan tentang al-Mahdi. Ia berlaku apabila berlakunya pertikaian antara kerabat diraja tentang siapakah yang layak menaiki takhta kerajaan Mekah. Ketika itu para wali seluruh dunia berada di Mekah dan mereka mengambil keputusan utk melantik seseorang yg menjadi buruan (mungkin tuduhan pengganas) melarikan diri dari madinah di hadapan Kaabah. Sufyani ketika itu sedang melakukan penyembelihan terhadap umat Islam di Syria, bila mendapat tahu tentang berita tersebut telah menghantar tentera utk memburunya, tetapi tentera tersebut telah ditenggelami padang pasir Baida kira-kira 25km dari madinah...

    Diriwayatkan Ibnu Asakir dari Ali R.A: Apabila (berperanan penyeru kepada ahlil bait Muhammad SAW), Allah menghimpunkan penduduk Timur dan penduduk Barat. Adapun Rufaqa' itu daripada penduduk Kufah, dan Abdal pula daripada penduduk Syam. Dan telah sah bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda: Akan berlaku perselisihan di waktu kematian seorang khalifah maka di waktu itu keluarlah seorang lelaki dari Madinah melarikan diri ke Mekah, lalu dia didatangi oleh manusia dari kalangan penduduk Mekah maka mereka mengeluarkannya (menonjolkannya) sedangkan beliau tidak menyukainya lalu mereka membaiahnya di satu kawasan di antara Rukun dan Maqam, maka (as Sufiani) mengutus kepada mereka satu pasukan dari Syam (Syria) lalu mereka ditenggelamkan di "Al Baida'" (sebuah padang yang luas) di satu kawasan di antara Mekah dan Madinah.

    Maka apabila manusia melihat kejadian itu datanglah kepadanya Abdal dari penduduk Syam dan Asoib dari penduduk Iraq lalu mereka itu berbaiah kepadanya, kemudian muncul seorang lelaki dari Quraish, saudara saudaranya dari (Bani) Kalab, maka dia pun mengutus (Bani Kalab) kepada mereka (Abdal dan Asoib) maka mereka pun (ditewaskan) dan itulah pasukan (Bani) Kalab. Maka kecewalah kepada siapa yang tidak dapat menyaksikan harta rampasan (Bani) Kalab, lalu diagihkan harta tersebut dan dilakukan terhadap manusia dengan apa yang dilakukan oleh Nabi mereka SAW lalu Islam memerintah bumi.

    - Mukhtasar SunanAbu Daud (Juzuk 6 m/s 161)
    - Attajul Jami' Llusul (Juzuk 5 m/s 341)
    - Misykatul Masobih (Hadis 5456)

    Berdasarkan beberapa keterangan hadis saya kira, ia berlaku ketika keluarnya Imam Mahdi kerana berdasarkan riwayat tersebut tidak lama selepas peperangan tersebut diikuti keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa a.s. Allahu'alam.

    Dari Abu Hurairah r.a: bahwasanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga Romawi singgah di al-A'maq atau Dabiq (suatu daerah dekat kota Halab, Syam), maka keluarlah sekelompok pasukan muslimin dari dalam kota , mereka adalah pasukan terbaik yang ada ketika itu, hingga kedua pasukan saling berhadapan. Berkata Romawi: biarkan kami bertempur melawan orang-orang kami yang pernah kalian tawan (ini menunjukkan bahwa sebelumnya telah terjadi pertempuran antara Muslim melawan Romawi, dan kaum Muslimin menang serta menawan beberapa orang mereka, kemudian para tawanan tersebut memeluk Islam dan datang sekarang sebagai mujahid), menjawab kaum Muslimin: Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian berbuat semena-mena terhadap saudara kami, hingga akhirnya terjadilah pertempuran. Sepertiga pasukan mengundurkan diri (yaitu dari pasukan muslimin), selamanya Allah tidak akan mengampuni mereka, sepertiga pasukan terbunuh (pasukan Muslimin), mereka adalah para syuhada terbaik disisi Allah, dan sepertiga pasukan mendapatkan kemenangan (sepertiga terakhir dari pasukan berhasil mengalahkan dan mendapatkan harta rampasan perang), mereka tidak akan terkena fitnah selamanya dan berhasil membebaskan Qostantinopel.

    Ketika mereka sedang berbagi harta rampasan perang, dan senjata digantungkan pada pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak kepada mereka: sesungguhnya dajjal telah sampai kepada keluarga kalian (setan menakut-nakuti mereka); mendengar teriakan tersebut, mereka langsung keluar (untuk menghadapi dajjal), namun itu merupakan suatu kebatilan (teriakan setan tersebut tidak benar). Setelah mereka sampai di Syam, barulah ia (dajjal) akan keluar".

    Dalam riwayat lain: "Ketika mereka bersiap untuk memerangi dajjal, setelah berperang melawan Romawi dan belum sempat membagikan harta rampasan perang, shalat dikumandangkan, dan pada saat sedang merapihkan shaf, turunlah Isa ibn Maryam…" .
  2. Yg perlu diperhatikan adalah bahwa kondisi yg digambarkan hadits-hadits tsb terjadi saat dunia sudah tidak ada listrik dan bahan-bakar fosil. Tidak ada senjata modern dapat digunakan lagi karena peradaban saat ini sudah hacur / musnah. Bahkan mesiu pun tidak bisa meledak, jadi bedhil, pistol, senapan juga sudah tidak bisa dipakai. Kondisi ini akan dicapai beberapa bulan mendatang di tahun 2013, setelah huru-hara / goro-goro dunia berakhir. (Khalifah al Mahdi - 666)

  3. "MUSUH DIBELAKANG MEREKA" adalah ajaran monoteisme yang mengingkari islam dan kristen.....yang dipimpin DAJJAL yang AKAN MENGAHNCURKAN TEKNOLOGI DENGAN ALASAN BUMI TELAH DI RUSAK..MENGAJARKAN BUDI PEKERTI....mengaTAKAN SEMUA AGAMA SAMA.......TIDAK PERLU MENYEMBAH TUHAN,TINGGALKAN YANG WAJIB.......MAKANYA KITA AGAMA SAMAWI(islam kristen) MELAWAN.memang tuhan tidak perlu di bela tapi IMAN wajib di pertahankan.karena agama islam adalah agama akhir zaman.
    MAKANYA RAHASIA BUMI DAN LANGIT DIBUKA SEHINGGA TEKNOLOGI MAJU.

    DAJJAL NTU FITNAH BUAT MANUSIA AKHIR ZAMAN
    ....JADI SELURUH UMAT ISLAM DI BUMI SEBENARNYA BERHAK PERGI KE TANAH YANG DIJANJIKAN NABI...BUKAN TUNGGU KAYA DULU.BUKA TEMPURUNG NEGARA NI.....YANG MENYATUKAN UMAT ISLAM ITU YA IMAN....makanya orang oraNG ntar minta khilafah....biar islam di bumi bisa ke mekah.

    MUDAH MUDAHAN AJA NUSANTARA MASIH ADA KAPAL.......
    SOALNYA DAJJAL bakal menghancurkan teknologi{YAH KAGA BISA ONLINE DEH LISTIK PADAM}.....dan kemungkinan dia bisa terbang ALIAS SAKTI......TANDANYA KALAU DIA NYURUH KITA NINGGALIN AMALAN WAJIB....MATANYA RUSAK...ADA BACAAN KAFIR DI KENING.BADAN BESAR.....
    saya jadi ingat hadist tentang semua bayi fitrah....ajaran fitrah inilah yang merupakan ancaman terbesar manusia.tapi kita harus yakin agama yang dijanjikan allah adalah ajaran nabi muhammad saw.
    nabi akhir zaman

  4. Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud,aku tinggalkan kepada kamu akan 2 perkara yang mana selagi kamu berpegang teguh kepada keduanya maka kamu tidak akan sesat untuk selama-lamanya.Iaitulah Al-Qur'an dan Sunnahku.Wallahhuakhlakam.

  5. Lucu ya mengartikan Rum itu sebagai NATO,, hati2 bersekutu dengan Sebagian Yahudi dan sebagian Kristen diman diantara mereka saling bersahabat,, NATO adalah Aliansi yahudi-kristen... atau bisa dibilang militer Amerika berkerja atas nama israel... rum yg dimaksud dalam sabda nabi tentang kaum muslimin yg akan besekutu dengan bangsa rum.. rum itu adalah kerajaan byzantium di konstantinopel, bukan roma, agama mereka memang sama tapi dari segi kitab beda, kitab mereka adalah barnabas, mereka juga tidak mempercayai paus,, itu sebabnya mereka memisahkan diri dari roma... dan agama resmi mereka adalah kristen orthodoks dengan aya sofia sebagai pusat gereja pada waktu itu,, sebelumnya di St. Catherine’s Monastery di mesir,,.. kerajaan byzantium memang sudah hilang tapi properti2 sampai sekarang masih ada misalnya lambang, gerejanya dan lain-lain...jika kalian sulit menemukan kerajaan byzantium hari ini, jawabannya gereja kristen orthodoks tidak hilang sampai hari,, dan kantor pusatnya sekarang berada di russia... buktinya ankatan bersebjata russia masih menggunakan lambang yg sama seperti leluhur mereka bangsa byzantium, bukan cuma dirusia juga sampai di negara2 eropa timur sebagian seperti serbia.. jadi Nabi mengatakan kaum muslimin akan bersekutu dengan rum, rum itu adalah negara2 di eropa bagian timur bisa juga Russia.... yg penting agama mereka adalah kristen orthodoks...

    saya kasih tau kepada kalian tentang sejarah,, kenapa bangsa rum dulu sangat mendendam kepada kaum muslim, khususnya di eropa bagian timur,,, karna beratus2 tahun bangsa ini diburu dan dibantai oleh kerajaan ottoman,, qta bisa lihat dendam dan kebencian mereka terhadap muslim lewat perang bosnia-serbia.. Uni soviet- Afganistan , tapi itu adalah masa lalu.. saya harap ada orang kristen orthodoks yg membaca ini,, dan dari hati saya yg paling dalam kami meminta maaf kepada kalian atas yg telah kaum kami lakukan terhadap kalian...

    terima kasih buat Iran yg telah secara dekat mengadakan sekutu dengan Rum,, terima kasih buat pakistan, dan suriah yg menjalani hubungan kerja sama dengan russia.. apa yg terjadi di suriah kami memohon kepada putin,, untuk tidak meninggalkan pangkalan laut militernya di meditarnia... kami sangat mengharapkan itu.... kami tidak ingin kawasan kami leluasa dikuasai oleh si bangsat NATO dan israel dan klien2 nya.. kami tidak ingin suriah menjadi sama seperti yg terjadi di Libya... ALLAH SWT, akan slalu melindungi kita Insya Allah SWT

http://petunjukzaman.blogspot.com/2012/09/perang-akhir-zaman-bermula-di-aleppo.html


--------------

Dengan adanya keimanan yang tertanam dalam hati, manusia akan mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya dihadapan Allah sehingga tidak sempat menyombongkan diri. Bahkan manusia akan selalu merendahkan diri, memohon petunjuk dan menerima kritik dari orang lain.

 Sehingga bersihlah jiwanya baik dalam berperilaku maupun dalam beramal zariyah yang pada akhirnya makin meningkatlah rasa taqwanya pada Allah.

 
Sumber Artikel  (wisatapedia.web.id)
Sumber Gambar (dari berbagai sumber)




---------------

Sumber asli ;
https://granadamediatama.wordpress.com/poster/penciptaan-alam-semesta-dalam-al-quran-dan-sains/ 


http://waones-sbm.blogspot.com/2015/03/pemikiran-dan-pandangan-modern-dalam.html


Bila anda akan meng-copy atau memperbanyak bahasan artikel ini, seyogyanya anda tetap mencantumkan sumber pada Sumber asli dan bahan tulisan di atas.


Demikian artikel tentang Bani Ishaq Adalah Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman
Semoga bisa menjadi hiburan dan terutama menambah wawasan anda ...

Kembali ke Halaman Utama >>>>
Pemikiran dan Pandangan Modern Dalam ARTIKEL AKHIR ZAMAN


I Hope you like the post. Stay connected for more...


Edit; wawansurya
Sumber utama bahasan;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine
READMORE....!!

Ashabu Raayati Suud






Literatur Modernisasi Dalam Perspektif Islam
Ashabu Raayati Suud


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai? Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat wal'afiat yahh.. :WA kali ini tidak akan memposting Artikel yang berhubungan dengan Posting dan Gambar Porno :) tetapi WA akan mencoba menshare tentang bahasan mengenai ARTIKEL AKHIR ZAMAN yang disunting dari berbagai sumber dan sumber utama.

Pada pembahasan yang lalu, waones articles telah menyinggung bahasan mengenai 3 Golongan Manusia dalam menyikapi Hari Kiamat dan tanda-tanda Kedatangannya, dan bila anda ingin membaca artikel lainnya yang berhubungan dengan artikel Akhir Zaman, silahkan klik Open dibawah ini dan Klik pada Link judul artikel tersebut.

Selamat membaca !!!
---------------
Klik Open >>>




















=========================
--------------------
Edisi Akhir Zaman
-------------

Ashabu Raayati Suud


Al-Mahdi adalah tokoh Islam yang agung pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Ia berhasil meredakan kekufuran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah ‘ala minhajin nubuwah, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam, dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Al-Mahdi tidak bekerja sendirian. Ia sampai ke tampuk kekuasaan lewat perjuangan keras pasukan pembawa panji-panji hitam (Ashabu Raayatis Suud) dari negeri Khurasan. Mereka pula yang meneguhkan kekhilafahannya dan menyertai dengan setia setiap langkah perjuangannya.

Sebuah Issu yang cukup menghebohkan di abad 21 ini adalah adanya dugaan bahwa kelompok yang dijanjikan itu sudah ada. Kemunculan sebuah tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Taliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Benarkah mereka adalah tim sukses bagi Al-Mahdi dan pendukung setianya?

Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; membebaskan Baitul Maqdis, Tanah Suci dan mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Faktor lain yang juga menguatkan dugaan ini adalah bahwa mereka dikenal sebagai muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa nubuwah. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, berhijrah, berperang, mendirikan daulah Islam, menghancurkan berhala, melawan dua super power dunia, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dalam menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka. Beberapa analis dan pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.


Namun, benarkah demikian?
Buku istimewa ini menghadirkan kajian dengan topik tokoh-tokoh utama yang memegang peranan sentral dalam perjuangan Al-Mahdi di akhir zaman. Mereka adalah Thaifah Manshurah, Ashabu Raayatis Suud dan Bani Ishaq, termasuk fenomena Taliban dan Al-Qaeda yang mengharapkan akan bergabung dengan Al-Mahdi jika telah tiba kemunculannya. Melalui sebuah kajian ilmiah berdasar dalil-dalil syar’i dan fakta-fakta lapangan, pembaca diajak untuk mengungkap berbagai fenomena kontemporer dan prediksi mendatang, khususnya yang bertalian erat dengan tanda besar kiamat; Al-Mahdi!. Berbagai data, hipotesa, pertanyaan dan pendapat termutakhir akan pembaca dapatkan dalam kajian yang sangat urgen namun masih langka ini. Menakjubkan!

https://granadamediatama.wordpress.com/back-cover/ashabu-raayati-suud/

-------------

Menguak Misteri Al-Mahdi & Pasukan Panji Hitam (Part 1)

Di akhir zaman nanti, akan terjadi peristiwa-peristiwa besar yang akan mengguncang dunia karenanya. Hal ini merupakan suatu tanda akan datangnya kiamat kubra (kiamat besar). Tentunya setiap peristiwa-peristiwa besar akan memunculkan tokoh-tokoh besar pula. Salah satu tokoh besar yang memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup umat Islam akhir zaman adalah Al-Mahdi, tokoh yang diselalu disebut-sebut dalam hadist Nabi sebagai pemimpin akhir zaman yang akan menguatkan Islam bersama Nabi Isa as.

Al-Mahdi adalah tokoh agung yang hidup pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Lewat keuletan, ketegaran, kerja keras dan pengorbanan demi meredakan kekafiran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah'ala minhajin, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Namun, perlu diingat, Al-Mahdi hanya manusia biasa. sehebat apapun kadar keimanan, amal shalih, ketaqwaan, keuletan dan ketegaran; ia tetaplah manusia yang mempunyai keterbatasan Ia tidak menunaikan misi suci yang begitu besar seorang diri, ia juga butuh dukungan orang-orang berkwalitas, ulet, tegar dan tanpa pamrih dan dalam hadist rasul dikatakan bahwa ia benar-benar mendapatkan pengikutnya yang diharapkan itu.


A. Hadist Nabi mengenai pengikut-pengikut Al-Mahdi

Hadist-hadist Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Pasukan Pembawa Panji-Panji Hitam atau Ashabu Ar-raayatis Suud. Mereka datang pada saat yang tepat, bekerja cepat dan mendapat hasil yang akurat. Merekalah yang bekerja keras dari satu medan jihad ke medan jihad lain.

Dalam beberapa hadist, Rasulullah SAW. pernah memberitahukan bahwa akan muncul Ashabu Ar-raayati Suud atau pasukan panji hitam. Rasulullah menyebut bahwa mereka datang dari Khurasan.

Mengenai negeri Khurasan itu sendiri, para pendapat berselisih paham mengenai daerah Khurasan tersebut. Uraian tentang pendapat-pendapat itu sebagaimana berikut :

Pendapat Imam Abu Ubaid Al-Bakri dalam Mu'jamu Maa Ista'jama, 1/140 : makna Khurasan berasal dari bahasa Persia Khur yang berarti sukses dan Asan yang berarti mudah. Jadi, menurut beliau, Khurasan berarti kesuksesan tanpa adanya kesusahan. Para ulama menyebutkan Khurasan merupakan negeri tempat matahari terbit yang kemungkinan besar dimaksud hadist adalah Persia dikarenakan bangsa Arab pada masa itu menyebut Persia untuk merujuk pada negeri-negeri timur.

Pengarang buku Ta'rifun bil Amakin Al-Waridah fil Bidayah wan Nihayah, 1/147 menulis: Khurasan merupakan bahasa persia yang berarti tempat matahari terbit atau negeri timur matahari. Merupakan negeri yang luas, mencakup Iran, membentang dari Jurjan hingga Thabaristan, serta negeri-negeri belakang sungai Jihun. Dari segi politik, Khurasan merujuk pada Afghanistan.

Pendapat Ibnu Yaqut Al-Hamawi dalam Mu'jamul Buldan, 2/149-153 menulis : Khurasan adalah negeri yang luas, berbatasan dengan wilayah dekat Irak, yaitu Azadzawar dan akhir batasnya adalah negeri India, yaitu wilyah Takharistan, Gaznah, Sijistan dan Karman. Ibnu Yaqut juga menulis dalam bukunya ini mngenai pendapat para pakar mengenai asal nama daerah tersebut diberi nama 'Khurasan'.

Mengenai ciri-ciri dari pasukan Ashabu Ar-raayati Suud, beberapa hadist Nabi menyatakan mereka adalah generasi terakhir Thaifah Mansurah. Mereka adalah kelompok yang berada di atas kebenaran, menegakkan dan memperjuangkan agama Allah, memperbaharui ajaran Islam yang dilalaikan umat, meraih kemenangan hingga kiamat dan mereka adalah orang-orang yang sangat sabar dan teguh serta kuat.

Dalam lintasan sejarah, kelompok garis keturunan Thaifah Mansurah merupakan kelompok-kelompok pejuang penegak agama Allah. Dimulai dari pemerintahan Zanki, jihad fi sabilillah pemerintahan Ayyubiah hingga daulah Mamalik.


B. Benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah Taliban dan Al-Qaeda

Diatas telah disebutkan bahwa asal para pendukung Al-Mahdi tersebut muncul dari Khurasan, daerah yang merujuk Persia atau daerah-daerah Afghanistan. Hal ini menimbulkan dugaan dunia, benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah para pejuang Taliban dan Al-Qaeda? seberapa miripkah kesamaan mereka dengan Ashabu Ar-Raayati Suud?.

Sisi-sisi kesamaan : topik Ashabu Ar-Raayati Suud sempat menjadi pembicaraan panjang dikalang para pengamat, penulis, utamanya orang-orang yang mengaitkan hadist-hadist Nabi dengan tanda-tanda kiamat kekinian. Diantaranya dugaan bahwa Taliban dan Al-Qaeda adalah Ashabu Ar-Raayati Suud yang dijanjikan. Kesamaan mereka berdasarkan hadist Nabi sebagaimana berikut ;

Pertama, Ashabu Ar-Raayati Suud berasal dari timur (Khurasan) dan membawa panji-panji hitam, demikian pula dengan Taliban dan Al-Qaeda, mereka berasal dari Afghanistan dan Irak yang seperti kita ketahui tempat-tempat itu merujuk pada satu nama tempat yaitu 'Khurasan', mereka juga berpanji-panji hitam dan berpakaian hitam seperti disebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan Tsauban, Rasulullah bersabda "...Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu (orang yang melainkan mereka) dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu.".


Kedua, pasukan Ashabu Ar-Raayati memiliki misi merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa' dari genggaman Yahudi sebagaimana apa yang dilakukan para Taliban dan Al-Qaeda yaitu merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa'. Ketiga, nasab mereka (Ashabu Ar-Raayati Suud) dinisbatkan kepada desa-desa dan nama-nama mereka bukan nama asli, melainkan merupkan kiasan. Sama halnya seperti pejuang Taliban dan Al-Qaeda, nama-nama mereka merupakan nisbat tempat (desa) dan merupakan kiasan.

Contohnya : Abu Hamzah Al-Iraqi, Abu Hamzah adalah kiasan sedang Al-Iraqi adalah nama yang dinisbatkan pada daerah Irak. Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud diriwayatkan memiliki kemampuan tempur luar biasa, sehingga bisa menimbulkan kehancuran dan pembunuhan yang luarbiasa pula sebagaimana potongan hadist riwayat Tsaubah diatas "...lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu."


Sama halnya dengan Taliban dan Al-Qaeda, saat berperang menjalankan misi jihad, mereka dapat mengimbangi dan mengalahkan pasuka-pasukan kafir walau dengan persenjataan yang seadanya dan entah berapa besar kerugian yang di tanggung di pihak kaum kafir, seperti dikutip dari pernyataan Tony Blair, perdana menteri Inggris mengakui akn sulitnya peperangan menghadapi mujahid Taliban di Afghanistan. Blair menyampaikan pernyataan ini di depan semua pasukan Inggris ketika ulang tahun kelia atas peperangan di Afghanistan karena perlawan hebat Taliban.Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud akan menaklukkan Jazirah Arab, sama halnya seperti Taliban dan Al-Qaeda yang memusuhi pejabat-pejabat Saudi dikarenakan keakraban mereka dengan bangsa Romawi Raya yang dalam hal ini merujuk pada Amerika (baca entri lainnya). Nabi Muhammad SAW. bersabda "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah akan mengalahkannya untuk kalian." http://moslemhytech.blogspot.com/2012/02/menguak-misteri-al-mahdi-pasukan-panji.html

-------------

Persamaan Al Qaeda & Taliban dengan Panji Hitam Al Mahdi

Di akhir zaman nanti, akan terjadi peristiwa-peristiwa besar yang akan mengguncang dunia karenanya. Hal ini merupakan suatu tanda akan datangnya kiamat kubra (kiamat besar). Tentunya setiap peristiwa-peristiwa besar akan memunculkan tokoh-tokoh besar pula. Salah satu tokoh besar yang memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup umat Islam akhir zaman adalah Al-Mahdi, tokoh yang diselalu disebut-sebut dalam hadist Nabi sebagai pemimpin akhir zaman yang akan menguatkan Islam bersama Nabi Isa as.

Al-Mahdi adalah tokoh agung yang hidup pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Lewat keuletan, ketegaran, kerja keras dan pengorbanan demi meredakan kekafiran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah'ala minhajin, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Namun, perlu diingat, Al-Mahdi hanya manusia biasa. sehebat apapun kadar keimanan, amal shalih, ketaqwaan, keuletan dan ketegaran; ia tetaplah manusia yang mempunyai keterbatasan Ia tidak menunaikan misi suci yang begitu besar seorang diri, ia juga butuh dukungan orang-orang berkwalitas, ulet, tegar dan tanpa pamrih dan dalam hadist rasul dikatakan bahwa ia benar-benar mendapatkan pengikutnya yang diharapkan itu.


A. Hadist Nabi mengenai pengikut-pengikut Al-Mahdi

Hadist-hadist Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Pasukan Pembawa Panji-Panji Hitam atau Ashabu Ar-raayatis Suud. Mereka datang pada saat yang tepat, bekerja cepat dan mendapat hasil yang akurat. Merekalah yang bekerja keras dari satu medan jihad ke medan jihad lain.

Dalam beberapa hadist, Rasulullah SAW. pernah memberitahukan bahwa akan muncul Ashabu Ar-raayati Suud atau pasukan panji hitam. Rasulullah menyebut bahwa mereka datang dari Khurasan.

Mengenai negeri Khurasan itu sendiri, para pendapat berselisih paham mengenai daerah Khurasan tersebut. Uraian tentang pendapat-pendapat itu sebagaimana berikut :

Pendapat Imam Abu Ubaid Al-Bakri dalam Mu'jamu Maa Ista'jama, 1/140 : makna Khurasan berasal dari bahasa Persia Khur yang berarti sukses dan Asan yang berarti mudah. Jadi, menurut beliau, Khurasan berarti kesuksesan tanpa adanya kesusahan. Para ulama menyebutkan Khurasan merupakan negeri tempat matahari terbit yang kemungkinan besar dimaksud hadist adalah Persia dikarenakan bangsa Arab pada masa itu menyebut Persia untuk merujuk pada negeri-negeri timur.

Pengarang buku Ta'rifun bil Amakin Al-Waridah fil Bidayah wan Nihayah, 1/147 menulis: Khurasan merupakan bahasa persia yang berarti tempat matahari terbit atau negeri timur matahari. Merupakan negeri yang luas, mencakup Iran, membentang dari Jurjan hingga Thabaristan, serta negeri-negeri belakang sungai Jihun. Dari segi politik, Khurasan merujuk pada Afghanistan.

Pendapat Ibnu Yaqut Al-Hamawi dalam Mu'jamul Buldan, 2/149-153 menulis : Khurasan adalah negeri yang luas, berbatasan dengan wilayah dekat Irak, yaitu Azadzawar dan akhir batasnya adalah negeri India, yaitu wilyah Takharistan, Gaznah, Sijistan dan Karman. Ibnu Yaqut juga menulis dalam bukunya ini mngenai pendapat para pakar mengenai asal nama daerah tersebut diberi nama 'Khurasan'.

Mengenai ciri-ciri dari pasukan Ashabu Ar-raayati Suud, beberapa hadist Nabi menyatakan mereka adalah generasi terakhir Thaifah Mansurah. Mereka adalah kelompok yang berada di atas kebenaran, menegakkan dan memperjuangkan agama Allah, memperbaharui ajaran Islam yang dilalaikan umat, meraih kemenangan hingga kiamat dan mereka adalah orang-orang yang sangat sabar dan teguh serta kuat.

Dalam lintasan sejarah, kelompok garis keturunan Thaifah Mansurah merupakan kelompok-kelompok pejuang penegak agama Allah. Dimulai dari pemerintahan Zanki, jihad fi sabilillah pemerintahan Ayyubiah hingga daulah Mamalik.


B. Benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah Taliban dan Al-Qaeda

Diatas telah disebutkan bahwa asal para pendukung Al-Mahdi tersebut muncul dari Khurasan, daerah yang merujuk Persia atau daerah-daerah Afghanistan. Hal ini menimbulkan dugaan dunia, benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah para pejuang Taliban dan Al-Qaeda? seberapa miripkah kesamaan mereka dengan Ashabu Ar-Raayati Suud?.

Sisi-sisi kesamaan : topik Ashabu Ar-Raayati Suud sempat menjadi pembicaraan panjang dikalang para pengamat, penulis, utamanya orang-orang yang mengaitkan hadist-hadist Nabi dengan tanda-tanda kiamat kekinian. Diantaranya dugaan bahwa Taliban dan Al-Qaeda adalah Ashabu Ar-Raayati Suud yang dijanjikan. Kesamaan mereka berdasarkan hadist Nabi sebagaimana berikut ; Pertama, Ashabu Ar-Raayati Suud berasal dari timur (Khurasan) dan membawa panji-panji hitam, demikian pula dengan Taliban dan Al-Qaeda, mereka berasal dari Afghanistan dan Irak yang seperti kita ketahui tempat-tempat itu merujuk pada satu nama tempat yaitu 'Khurasan', mereka juga berpanji-panji hitam dan berpakaian hitam seperti disebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan Tsauban, Rasulullah bersabda "...Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu (orang yang melainkan mereka) dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu.". Kedua, pasukan Ashabu Ar-Raayati memiliki misi merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa' dari genggaman Yahudi sebagaimana apa yang dilakukan para Taliban dan Al-Qaeda yaitu merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa'. Ketiga, nasab mereka (Ashabu Ar-Raayati Suud) dinisbatkan kepada desa-desa dan nama-nama mereka bukan nama asli, melainkan merupkan kiasan. Sama halnya seperti pejuang Taliban dan Al-Qaeda, nama-nama mereka merupakan nisbat tempat (desa) dan merupakan kiasan.

Contohnya : Abu Hamzah Al-Iraqi, Abu Hamzah adalah kiasan sedang Al-Iraqi adalah nama yang dinisbatkan pada daerah Irak. Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud diriwayatkan memiliki kemampuan tempur luar biasa, sehingga bisa menimbulkan kehancuran dan pembunuhan yang luarbiasa pula sebagaimana potongan hadist riwayat Tsaubah diatas "...lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu." Sama halnya dengan Taliban dan Al-Qaeda, saat berperang menjalankan misi jihad, mereka dapat mengimbangi dan mengalahkan pasuka-pasukan kafir walau dengan persenjataan yang seadanya dan entah berapa besar kerugian yang di tanggung di pihak kaum kafir, seperti dikutip dari pernyataan Tony Blair, perdana menteri Inggris mengakui akn sulitnya peperangan menghadapi mujahid Taliban di Afghanistan. Blair menyampaikan pernyataan ini di depan semua pasukan Inggris ketika ulang tahun kelia atas peperangan di Afghanistan karena perlawan hebat Taliban.Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud akan menaklukkan Jazirah Arab, sama halnya seperti Taliban dan Al-Qaeda yang memusuhi pejabat-pejabat Saudi dikarenakan keakraban mereka dengan bangsa Romawi Raya yang dalam hal ini merujuk pada Amerika (baca entri lainnya). Nabi Muhammad SAW. bersabda "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah akan mengalahkannya untuk kalian."

Diposkan oleh Orang Biasa di 18.13 http://sayajugamanusia.blogspot.com/2012/05/persamaan-al-qaeda-taliban-dengan-panji.html

----------------

Kerajaan Arab Saudi yang semakin rapuh



Kerajaan Arab Saudi yang semakin rapuh & era kemunculan tentera Imam Mahdi


Ashabu Rayati Suud adalah generasi akhir "Thaifah Mansurah" yang dijanjikan. Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” [1]

Membicarakan kemunculan Imam Al-Mahdi, kita tidak dapat terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.

Riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada darjat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi. [2]

Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fizikal tertentu secara terperinci sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

------------------------------------

Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud

Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu Rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan mendadak dan secara tiba-tiba. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kemelut peperangan dan kekusutan dunia masakini.

Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan jiwa kepahlawanan yang mereka miliki, terutama sekali jika dilihat dalam konteks sekarang dimana pihak musuh-musuh Islam telah menguasai sepenuhnya segala kemajuan dalam teknologi senjata peperangan moden. Bagaimanakah golongan ini mampu memberi kesan yang mendalam dalam percaturan dunia melainkan dengan bantuan ALLAH SWT semata-mata.

Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud ini terjadi di saat kematian seorang Raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.

Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi syarat tersebut akan segera menjadi realiti kenyataan dengan melihat rentetan peristiwa serta pergolakan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi itu sendiri. Tony Khater. [3], seorang penganalis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Raja (Putra Mahkota) Abdullah, pemerintahan Putera Mahkota Nayef, pemerintahan Putera Mahkota Sultan, dan pemerintahan Putera Mahkota Salman.

Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang berusia 80 tahun ketika itu naik takhta menjadi Raja, maka di bawahnya terdapat tiga putera dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Putera Mahkota, Putera Mahkota Sultan, dan Putera Mahkota Salman.

Pada tahun lepas, Putera Mahkota Sultan bin Abdulaziz Al Saud pula wafat pada tanggal 23 Oktober 2011 menjadikan kini tinggal tiga putra khalifah. Sekali lagi diingatkan bahawa Riwayat Tsauban di atas mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khorasan ini terjadi di saat kematian seorang Raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan perbendaharaan bumi Ka’bah.

Pergolakan dan perkembangan politik kerajaan Arab Saudi dimasakini membuktikan dengan jelas bahawa ia berada pada tahap yang paling goyah. Raja Abdullah sudah pon berusia 89 tahun. Putera Mahkota Nayef yang berusia 78 tahun pula kini dikatakan berada dalam keadaan membimbangkan kerana penyakit kanser leukemianya kembali melanda.

Dengan semua rentetan peristiwa yang telah dan sedang berlaku kini apakah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Apakah kita masih ingin mempertikaikan bahawa kita kini sudah berada di ambang akhir zaman yang kritikal? Apakah anda masih ingin memandang remeh tentangnya? Terpulang.


_______________________________________________

[1]. [HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.]
[2]. [Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).]
[3]. [Pada laman Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”]

_______________________________________________

Evidence suggests that Saudi Arabia's current ruling structure is on its last legs and that the leading configuration in the kingdom will undergo two changes in the course of the next year.

The senior members of the Saudi royal family are looking increasingly frail, read an article run by the Foreign Policy magazine on Tuesday.

This week, 89-year-old King Abdullah presided over the council of ministers’ meeting from his own palace in the capital Riyadh instead of traveling to the council’s building.

According to speculations, nearly-78-year-old Crown Prince Nayef bin Abdel Aziz’s cancer, probably leukemia, has also returned after a respite of several years.

Nayef left the country one month ago for Morocco, but ended up in the US for "routine" medical tests. The state news agency said on Wednesday that he has returned to the kingdom.

According to the article, in the current situation, 76-year-old Prince Salman bin Abdel Aziz, who was appointed minister of defense in November after the death of the then Crown Prince Sultan bin Abdel Aziz Al Saud, has assumed the role of leadership.

Saudi newspapers have been filled, over the recent weeks, by reports and photos of Salman visiting military units across the country.

Even if Salman becomes the king, there is no certainty that he will reign for long given his old age and evidence pointing to his poor health condition. He has had at least one stroke and photographs suggest that his left arm does not function as well as his right one.

It seems that the world's largest oil exporter and a leader in the Arab world might still be a long way from political stability, said the piece.

The prospect of Salman’s succession to the crown is vague and the question of who should accede to the throne after him, even more so, it added. In the interim, it is easy to predict an increasingly open rivalry between the sons of Abdullah, Nayef, and Salman.

The piece concluded that, given the unrest in Syria, chaos in Yemen, and diplomatic pressures on Iran, the uncertainty regarding Saudi Arabia’s immediate future is deteriorating the situation in the Middle East.

The current monarch is, meanwhile, infuriated over Washington’s refusal to share with him its views on Iran.
http://al-faedah.blogspot.com/2012/04/kerajaan-arab-saudi-yang-semakin-rapuh.html

------------------

Menyongsong Kebangkitan Islam 2020-2025



Kita pernah mendengar adanya prediksi kiamat terjadi pada tahun 2012. Sampai saat ini pun, itu tak terbukti sama sekali. Karena memang, informasi itu sama sekali tak berdasar. Hanya sensasi. Namun, kali ini akan kita bahas tentang kebangkitan kembali khilafah Islam pada tahun 2020-2025. Bukan sekedar prediksi tak berdasar. Ini adalah suatu keniscayaan, karena telah dipersiapkan untuk terjadi, dan memang telah sebagian besar terealisasi.

Demented Vision, Lembaga Observasi di Amerika mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.

Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia.

World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam se dunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)

Banyak kalangan meng-kombinasikan data dan fakta yang kemudian memprediksikan bahwa Kebangkitan Islam akan terjadi pada tahun 2020.
“Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong!”.

Keseriusan Rasulullah Suatu kali, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkhuthbah di hadapa para sahabatnya tentang hal ini. Bahkan, tak hanya satu atau dua jam. Beliau sampai perlu melanjutkan ceramahnya dari ba’da shubuh hingga maghrib tiba, dengan diselingi sholat jama’ah ketika tiba waktunya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah berikut:
Dari Abu Zaid, yaitu Amr bin Akhthab al-Anshari Radhiyallaahu ‘anhu katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat Subuh berjamaah dengan kami, kemudian beliau naik ke mimbar dan berkhutbah sampai masuk waktu Zuhur, kemudian beliau turun (dari mimbar) dan shalat Zuhur (bersama kami). Setelah selesai shalat Zuhur beliau naik lagi ke mimbar dan menyambung khutbahnya sampai masuk waktu Ashar, maka beliau turun dari mimbar dan shalat Ashar (bersama kami). Setelah selesai shalat Ashar beliau naik lagi ke mimbar dan melanjutkan khutbahnya sehingga tenggelam matahari. Beliau memberitahu kepada kami segala apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Maka siapa yang pandai di kalangan kami, dialah yang paling banyak menghafalnya.” (H.R. Muslim)

Syaikh Abdul Majid Az Zindani dalam khutbahnya di hadapan ribuan rakyat Yaman menyatakan bahwa Dewan Keamanan Amerika berkata di akhir laporannya kepada Obama bahwa pada tahun 2025 kaum muslimin akan mengumumkan tegaknya khilafah.

Bahwasanya Dewan Perwakilan Rakyat Rusia mereka mempunyai data tentang peperangan peradaban. Mereka berkata di dalamnya bahwa pada tahun 2020 kita akan menyaksikan bangkitnya peradaban baru bermula dari timur yaitu China sampai ke barat Samudera Atlantik.

Arab Spring yang akhir-akhir ini terjadi, mulai dari Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir, perang saudara di Libya, pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, and Yaman, protes besar diAljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, serta Sahara Barat, merupakan embrio bakal awal lahirnya geliat pergerakan menuju kembalinya peradaban baru, yaitu Khilafah Islamiyah diatas Minhaj Nubuwwah.

Prediksi Bangsa Barat Seorang ahli politik bernama Samuel P Huntington, didalam bukunya yang berjudul The Clash of Civilization (1996), dia menyatakan “Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri.” Kemudian dia menguatkan dalam “Who Are We?”(2004) dengan menuliskan bahwa Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS.

Prinsip Kebangkitan Islam Berikut adalah beberapa prinsip agar Islam dapat kembali meraih kejayaannya:
1. Menetapkan tujuan (Al-Ghoyah)
Mencari Ridha Allah dengan memurnikan keikhlasan kepadanNya serta merealisasikan panutan kepada Nabi Shallahu alaihi wasallam.
2. Pemurnian Aqidah (A-‘Aqiidah)
Memurnikan ajaran aqidah As salaf Ash sholih global maupun terperinci.
3. Pemahaman Keislaman (Al-Fahm)
Memahami Islam secara Kaffah sebagaimana yang difahami oleh para Ulama’ yang terpercaya yang mengikuti sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dan sunnah para Khulafa’ Arrasyidin.
4. Sasaran yang diraih (Al-Hadf)
Menghambakan manusia kepada Rabb nya serta menegakkan khilafah berlandaskan manhaj Nubuwah.
5. Jalan yang ditempuh (Ath-Thariiq)
Dakwah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar dan Jihad fi sabilillah ditengah pergerakan yang bersesuaian gerakannya dengan syariat yang hanif, menolak condong atau tunduk kepada sistem kekafiran.
6. Bekal yang dibawa (Az-Zaad)
• Taqwa dan Ilmu
• Keyakinan dan tawakkal
• Syukur dan sabar
• Dzuhud di dunia dan mengutamakan akhirat
7. Perwalaan dan permusuhan (Al-Wala’ wal Bara’)
Al Wala’ wal Baro’ wujud nyata cara pandang Islam yang benar.
• hakikat islam yang tercermin dalam kalimat tauhid (laa ilaaha illallaahu) dan tuntutan serta syaratnya.
• merupakan tuntutan dari kalimat tauhid
• pembatal islam yaitu syirik, kufur, nifaq dan murtad.
8. Perkumpulan (Al-Ijtimaa’)
Untuk satu tujuan yang sama, aqidah yang satu, dan di bawah bendera pemikiran yang satu jua.Ibnu Taimiyyah: Perpecahan yang terjadi ditengah ummat, ulama’nya, masyayikhnya, pemerintahnya, pembesarnya, inilah yang menyebabkan dikuasainya musuh atas mereka yang demikian itu disebabkan karena mereka meninggalkan amal ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.
Petunjuk Islam dalam membangun kerjasama antar lembaga Islam:
• Wihdatul ushul (kesatuan pokok dari sumber pengambilan Islam).
• Atta’addud fi takamul laa ta’arrud (beragamnya kelompok saling melengkapi bukan saling berlawanan).
• Dhobtu khilaf bi Manhaji Islam (mengembalikan perbedaan dan perselisihan kepada kaidah para salaf as sholih).


Sebab Islam Berkembang di Eropa• Islam dilihat orang barat dari perspektif sains
• Black Christian beralih menjadi Black Moslem (Karena masih adanya diskriminasi dalam gereja)
• Pengaruh Gerakan Kristen Liberal

Fase Kejayaan Islam Dan inilah 7 fase menuju kemenangan dan kejayaan umat Islam dan penegakan Daulah Islam hingga [in syaa Allaah] kekhilafahan [minimal sebagai pengusung Khilafah Islamiyyah atau Ashabu Raayati Suud-Pasukan Panji Hitam] :
1. Fase Penyadaran
Fase ini dimulai awal 2000 dan berakhir tahun 2003. Tujuannya adalah memaksa Amerika dan sekutunya la’natullah ‘alaihim keluar dari kandangnya agar mudah untuk dijangkau alias dihancurkan.
2. Fase Membuka Mata
Fase ini diencanakan berlangsung pada tahun 2003 hingga 2006. Tujuannya adalah membuat umat sadar akan kondisinya dan menguak kedok kejahatan kaum kafirin yang dikawal oleh Amerika dan semua sekutunya.
3. Fase Kebangkitan dan Berdiri
Fase ini dilaksanakan sekitar tahun 2007-2010. Tujuannya untuk menambah personil yang sipa terjun ke bebagai medan di seluruh dunia.
4. Fase Pemulihan Keadaan
Fase ini betujuan untuk menjatuhkan kekuasaan rezim-rezim tiran yang mencengkeram negara-negara Islam dengan melakukan kontak kuat secara langsung. Fase ini direncakan sekitar tahun 2010-2013.
5. Fase Memproklamasikan Negara
Pada fase ini memfokuskan untuk mendirikan Daulah Islam dengan menggabungkan berbagai organisasi jihad dunia dan Al-Qaidah yang direncakan pada tahun 2013-2016.
6. Fase Konfrontasi Total
Perang besar-besaran antara dua kubu. Kubu Mukminin dan Kubu Kafirin wa Bathilin. Perang anatar yang Haq dan yang Bathil. Perang dari sleuruh segi dan meluas ke seluruh penjuru negeri. Dengan perencanaan yang akan tejadi pada tahun 2016.
7. Fase Kemenangan Mutlaq [in syaa Allaah]
Dimulai dari Fase Konfrontasi Total yang diyakini oleh para konseptor Al-Qaidah akan berjalan singkat 3 atau 9 tahun. Yaitu dari tahun 2016 hingga 2019 atau 2025.
http://dakwahnews.com/menyongsong-kebangkitan-islam-2020-2025/

--------------------------
--------------

Dengan adanya keimanan yang tertanam dalam hati, manusia akan mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya dihadapan Allah sehingga tidak sempat menyombongkan diri. Bahkan manusia akan selalu merendahkan diri, memohon petunjuk dan menerima kritik dari orang lain.

Sehingga bersihlah jiwanya baik dalam berperilaku maupun dalam beramal zariyah yang pada akhirnya makin meningkatlah rasa taqwanya pada Allah.


Sumber Artikel (wisatapedia.web.id)
Sumber Gambar (dari berbagai sumber)




---------------

Sumber asli ;
https://granadamediatama.wordpress.com/poster/penciptaan-alam-semesta-dalam-al-quran-dan-sains/






Bila anda akan meng-copy atau memperbanyak bahasan artikel ini, seyogyanya anda tetap mencantumkan sumber pada Sumber asli dan bahan tulisan di atas.


Demikian artikel tentang Ashabu Raayati Suud bag.1
Semoga bisa menjadi hiburan dan terutama menambah wawasan anda ...

bersambung ke Ashabu Rayati Sud (Pasukan Panji Hitam) Bag.2


Kembali ke Halaman Utama >>>>
Pemikiran dan Pandangan Modern Dalam ARTIKEL AKHIR ZAMAN


I Hope you like the post. Stay connected for more...


Edit; wawansurya
Sumber utama bahasan;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine
READMORE....!!