Monday, December 17, 2012

10 Alasan Bahwa 21 Desember 2012 Bukan Hari Kiamat






Rumor Kiamat 2012 ternyata Issue Belaka  ...



Tanggal 21 Desember 2012 bakal tiba dalam hitungan 10 jari. Siapa pun tahu mengenai rumor tentang akhir dunia pada tanggal tersebut, seperti ramalan suku bangsa Maya.

Sebelum membahas tentang m engapa Kiamat tidak terjadi pada tanggal 21 Desember 2012, mungkin anda tertarik juga untuk membaca tulisan yang berhubungan dan mengupas tentang Hari Akhir secara Umum pada artikel di halaman lain dibawah ini;
- Penjelasan Ilmiah tentang Kehancuran Planet Bumi
- Penjelasan Mengapa Kalender Suku Maya Menetapkan Kiamat Tahun 2012
- Perkiraan Baru mengenai Kehancuran Bumi sudah dekat
- Peradaban Manusia sekarang Masuk sikus ke -5
- Tanda Akhir Zaman Menurut Berbagai Agama dan Mitologi
- Ramalan Nostradamus, Tentang kiamat yang akan segera Terjadi dalam Waktu Dekat?
- Human civilization now Log in stage five
- Signs of the End Times According to Various Religions and Mythology
- Nostradamus Predictions, On the Earth Hour which will soon Happen in Short Time?
- New predictions about the imminent destruction of the Earth
- Explanation of Why The Mayan Calendar Doomsday Establish 2012
- Scientific explanation of the destruction of Planet Earth

Berikut adalah 10 alasan mengapa hari akhir itu tak akan terjadi dalam waktu dekat atau tepatnya pada tanggal 21 Desember 2012, namun faktanya ada juga yang meramalkan bukan kiamat yang terjadi, melainkan krisis ekonomi. Lebih banyak orang yang membincangkan isu kiamat versi bangsa Maya ketimbang masalah perekonomian. Tapi ternyata ada sepuluh alasan kenapa ramalan kiamat itu tak bisa dipercaya.

1. Penganut kiamat akhir dunia pada 21 Desember tak bisa meramalkan secara persis apa yang sebenarnya bakal terjadi pada tanggal itu. Tidak ada gambaran detail proses maupun kerusakan yang bisa menimpa seluruh umat manusia di bumi. Tidak seperti masa di peralihan milenium (Y2K), ada ramalan jelas kerusakan yang bisa terjadi pada alat elektronik.

2. NASA pun membantah bakal terjadinya kiamat. Astronom dan ilmuwanNASA David Morrison mengunggah sebuah video di Youtube yang berisi "sanggahan detail atas lima skenario kiamat". Lima skenario yang dimaksud, misalnya, peluang adanya serangan meteor, sengatan api matahari, dan perpecahan kutub akibat magnet Bumi yang berotasi terbalik.

3. Keberadaan media dan industri hiburan di Barat telah mengeksploitasi kiamat 2012 secara berlebihan. Tujuannya adalah untuk menarik iklan dan oplah tabloid. Ancaman sesungguhnya bagi manusia adalah kelangkaan pangan, teroris, inflasi, hingga cicilan hutang. Namun, isu nyata ini tidak terlalu seksi untuk diangkat sebagai film Hollywood atau dokumenter khusus. Bahkan, ancaman lingkungan seperti produk rekayasa genetik, reaktor nuklir hingga kebocoran limbah kimia tak terpublikasikan ketimbang fantasi tentang datangnya Armageddon.

4. Suku Maya tidak terlalu cerdas secara budaya dibandingkan suku-suku yang lain. Jadi, kenapa manusia seluruh dunia harus mempercayai ramalan mereka? Suku Maya bukanlah penemu roda. Bahkan, mereka mengorbankan manusia untuk menghindari kemarahan Tuhan. Jadi, kenapa harus mengindahkan ramalan budaya primitif ini?

5. Jika kalian memikirkan ramalan kiamat suku Maya, maka dengarkan ucapan petinggi suku mereka. Dewan Nasional Tetua Maya, Xinca dan Garifuna justru mengatakan bahwa akhir dari kalender Maya bukan berarti akhir dari dunia. "Ini adalah waktu ketika putaran terbesar dari kalender Maya memulai siklus baru," kata Anthony Aveni, ahli suku maya dan Arkeoastronomer dari Universitas Colgate di Hamilton, New York.

6. Ramalan Maya tak menunjukkan bukti sedikit pun bakal terjadi kerusakan Bumi pada 21 Desember 2012. "Hanya sedikit teks kuno yang mengacu pada tanggal 21 Desember tentang awal mula kalendar baru, bukan ramalan kiamat," kata John Henderson, profesor antropoligi dari Universitas Cornell.

7. Pemimpin Maya mengeksploitasi ramalan kiamat untuk menarik banyak pengikut. Dengan memprediksi bahwa terjadi gerhana matahari, para tetua mengklaim bahwa seekor ular akan memakan matahari. Matahari akan kembali sedia kala, kalau mengikuti titah tetua.

8. Banyak yang memanfaatkan ramalan ini untuk keuntungan pribadi. Seperti di Cina, seniman palsu telah menipu para pensiunan untuk menyimpan dana mereka sebagai donasi untuk akhir kiamat, seperti yang diberitakan media massa Telegraph.

9. Beberapa orang telah menggunakan kiamat 2012 sebagai alasan untuk memaafkan para tiran yang bertindak semena-mena. Datangnya Armageddon telah dibajak menjadi justifikasi psikologis untuk kemalasan dan penundaan untuk mendidik orang lain atau mempersiapkan mereka menghadapi krisis yang ada di depan mata.

10. Beberapa penganut aliran kepercayaan tertentu menandai dan meramalkan tanggal 21 Desember 2012 sebagai tanggal datangnya Armageddon atau kedatangan Yesus Kristus kedua di dunia. Namun, ramalan ini dibantah umat Kristiani. Sebab, ramalan itu bertentangan dengan apa yang tertulis di Alkitab yang menyatakan bahwa kiamat tidak bisa diramal manusia. Mengutip ayat Markus 13:32, "Meskipun begitu, tidak seorang pun tahu kapan harinya atau kapan jamnya. Malaikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja yang tahu." Kata Anak mengacu pada Yesus dan Bapa mengacu pada Allah. Dengan kata lain, hanya Allah saja yang tahu kapan waktunya tiba.

Edit ; wawansurya
Sumber;
www.affiliate-waones.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
TEMPO.CO

merchant 
Search Engine

READMORE....!!

Penemu Kapal Titanic Kini Berburu Bahtera Nabi Nuh






Misteri Bahtera Nabi Nuh terus diburu ...



Sebelum Mengupas kisah ekpedisi yang berburu bahtera Nabi Nuh as., mungkin anda tertarik untuk membaca kisah Misteri Bahtera Nuh dalam artikel NABI NUH AS dan Kisah 25 Nabi Lengkap

Seperti dikisahkan dalam kitab suci tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, sebuah banjir mahadahsyat menerjang Bumi sekitar 4.800 tahun lalu. Sebelum malapetaka terjadi, wahyu turun kepada Nabi Nuh, untuk membuat sebuah bahtera, kapal raksasa untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk lainnya.
Robert Ballard, arkeolog bawah air yang menemukan bangkai kapal Titanic, meyakini banjir luar biasa dalam kisah tersebut adalah nyata.

tim penemu bahtera Nuh
Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Ballard mengaku, ia telah menginvestigasi teori yang diajukan dua ilmuwan dari Columbia University yang menyebut, pernah ada banjir raksasa di wilayah Laut Hitam. Mereka yakin, Laut Hitam sebelumnya adalah sebuah danau air tawar yang terisolasi, dikelilingi ladang pertanian. Hingga ia akhirnya dibanjiri luapan air.
"Kami pergi ke sana untuk mencari jejak banjir," kata dia kepada ABC News, seperti dimuat kembaliTelegraph, Selasa (11/12/2012). "Bukan cuma air yang bergerak lamban, menaikkan permukaan air laut, tapi sungguh merupakan banjir raksasa yang terus terjadi. Tanah yang diterjang bah, tenggelam."

map Ararat
Meski tak menemukan bahtera Nabi Nuh, Ballard dan timnya menemukan sebuah pantai kuno, yang mereka yakini sebagai bukti, bahwa bencana itu memang pernah terjadi di masa lalu.
Menggunakan uji karbon atau carbon dating cangkang kerang yang ditemukan di sepanjang garis pantai kuno itu, berasal dari suatu masa pada 5.000 SM.
"Saat itu mungkin adalah hari yang terburuk," kata dia. "Dalam momentum ajaib itu, air bah menerjang tanpa ampun dan membanjiri wilayah ini. Wilayah daratan seluas 150.000 kilometer persegi tenggelam."
Ballard dan timnya juga menemukan kapal kuno sekaligus pecahan tembikar yang tak kalah tuanya. Meski taki yakin bakal menemukan Bahtera Nuh, setidaknya ia mengantongi bukti masyarakat kala itu yang tersapu.
Meski ada banyak rumor dan klaim, tak ada bukti ilmiah bahtera Nuh pernah ditemukan.

Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.
Dalam Injil disebut, perahu besar itu berada di Gunung Ararat. Sejumlah ahli berpendapat, gunung itu berada di wilayah Armenia dan selatan Turki.


Pada 26 April 2010, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam Noahs Ark Ministries International mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki.
Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Namun kepastian, apakah benar itu Bahtera Nuh, tak jua diumumkan. Sebaliknya, ada banyak pihak yang meragukan klaim mereka.
Mantan bintang seksi serial televisi populer Baywatch, Donna DErrico juga ikut berburu bahtera itu di Gunung Ararat.
DErrico yang pernah menjadi Playmate of the Month majalah Playboy bahkan sampai babak belur dan terluka usai jatuh saat pendakian di Turki. Untung saja nyawanya selamat. (Ein)

Antisipasi Kiamat, Pria Cina Bangun Kapal Nabi Nuh
Ramalan kiamat suku Maya yang jatuh pada 21 Desember 2012 diyakini betul oleh pria Cina ini. Hingga akhirnya, pria bernama Lu Zhenghai itu membuat kapal besar mirip kapal Nabi Nuh untuk menyelamatkan diri ketika hari akhir itu benar terjadi.

Pria asal Urumqi, Cina ini rela menghabiskan tabungannya sebesar 1 juta yuan atau sekitar Rp 1,5 miliar untuk membangun kapal besar tersebut.
Seperti dilansir Odditycentral, Rabu (28/11/2012), kapal ini dirancang dan diciptakan oleh Lu sendiri sejak tahun 2010 lalu. Kapal seberat 140 ton ini berukuran panjang 21,2 meter, lebar 15,5 meter, dan tinggi 5,6 meter.

Namun, hingga saat ini, bahtera raksasa tersebut belum rampung. Lu masih membutuhkan sekitar 1 juta yuan lagi untuk menyelesaikannya. Sementara, ramalan kiamat suku Maya tinggal sebulan lagi. (RZK)


Edit ; wawansurya
Sumber;
www.affiliate-waones.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
Liputan6.com

merchant 
Search Engine

READMORE....!!

Sunday, December 16, 2012

Galaksi Bima Sakti ternyata memiliki Planet Kehidupan selain Bumi?






Tujuh Planet Kehidupan selain Bumi




Pencarian planet yang layak dihuni terus dilakukan. Yang terbaru adalah penemuan tujuh planet di luar sistem tata surya yang dianggap berpotensi menggantikan peran Bumi.
Tujuh planet itu adalah Gliese 581d, HD 85512b, Kepler 22b, Gliese 667Cc, Gliese 581g, Gliese 163c, dan HD 40307g. Semuanya masih tergabung dalam galaksi Bima Sakti.

Daftar eksoplanet mirip Bumi yang layak huni versi PHL. Klik Gambar atau Link  untuk informasi selengkapnya mengenai gambaran Planet tersebut.
Image oleh: www.affiliate-waones.com

Inilah gambaran sekilas mengenai ke tujuh Planet tersebut;

1. Kepler-22b : Salah Satu Planet Kehidupan Selain Bumi ?
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




2. HD 85.512 b : Salah Satu Planet Layak Huni Kehidupan
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




3. HD 40.307 g : Planet yang Penuh dengan Lautan
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




4. Gliese 667 : Planet dengan atmosfernya mirip dengan Bumi
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




5. Gliese 581 g : Planet Kehidupan yang diduga memiliki Masyarakat Maju
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




6. Gliese 581d : Planet Kehidupan yang Serupa dengan Bumi
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




7. Gliese 163 c : Planet yang memiliki Samudra Maha Luas
Baca Tulisan selengkapnya disini atau Klik pada Gambar




Tim peneliti dari The Habitable Exoplanets Catalog (HEC), yang menemukan ketujuh planet, melansir informasi tersebut bulan ini. HEC adalah proyek ambisius untuk membuat katalog tentang semua planet di jagat raya yang dinilai layak dihuni.

"Tentu sangat berguna jika ada katalog tentang planet-planet layak huni," ujar Abel Mendez, Direktur Laboratorium Kelayakhunian Planet Arecibo di Universitas Puerto Rico, Selasa 11 Desember 2012.

Mendez mengatakan, penemuan ketujuh planet itu, dan pencarian planet-planet baru lainnya, bertumpu pada perangkat High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) di Chile dan Teleskop Antariksa Kepler yang mengorbit di luar angkasa.

Katalog disusun menggunakan penilaian kelayakhunian, seperti Earth Similarity Index, Habitable Zones Distance, Global Primary Habitability, sistem klasifikasi, dan perbandingan dengan Bumi masa lalu dan masa kini.

Sejak dimulai 5 Desember 2011, proyek yang dipimpin Mendez telah menemukan hampir 80 eksoplanet--planet di luar tata surya--berukuran mirip Bumi. "Tapi hanya sedikit yang berjarak tepat dari bintang untuk mendukung adanya air di permukaan planet," katanya.

Awalnya tim hanya menemukan planet Gliese 581d dan HD 85512b. Kemudian ditambahkan lima planet lainnya, yakni Kepler 22b, Gliese 667Cc, Gliese 581g, Gliese 163c, dan HD 40307g. Tujuh planet itu termasuk eksoplanet superterran alias berukuran cukup besar ketimbang Bumi.

Selain tujuh planet yang sudah dikukuhkan, masih ada lebih dari 27 kandidat versi Teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menunggu konfirmasi untuk memperoleh predikat "layak huni".

Mendez mengatakan, HEC menggabungkan dan mengolah berbagai data eksoplanet dari berbagai sumber, seperti Ensiklopedia Planet Ekstrasolar dan Arsip Eksoplanet NASA, ditambah banyak pembaruan dari kelompok penelitian lain. Segala informasi terbaru yang relevan akan langsung dianalisis dan ditambahkan ke katalog.

"Sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai memetakan planet-planet di alam semesta yang bisa dihuni," katanya.

Pencarian planet pengganti Bumi sudah dimulai sekitar dua dasawarsa lalu. Saat itu peneliti lewat Observatorium Arecibo menemukan beberapa planet di luar tata surya. Namun, planet-planet di sekitar pulsar PSR B1257 +12- itu tergolong memiliki kondisi ekstrem.

Perburuan terus berlanjut. Pada 1995, para peneliti menemukan planet 51 Pegasi b yang mengorbit bintang mirip matahari.

Sampai hari ini terdapat hampir 900 eksoplanet yang sudah dipastikan keberadaannya dan lebih dari 2.500 yang masih menunggu konfirmasi. "Tapi hanya beberapa yang mungkin menjadi kandidat untuk tempat hidup seperti Bumi," ujar Mendez.

Sekian tulisan mengenai gambaran tentang Planet Kehidupan di luar Bumi...
Semoga bermanfaat .. dan bisa menambah wawasan anda, khususnya buat saya pribadi.

Edit ; wawansurya
Sumber;
www.affiliate-waones.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
TEMPO.CO

merchant 
Search Engine

READMORE....!!

Gliese 163 c : Planet yang memiliki Samudra Maha Luas






Gliese 163 c : Sekilas gambaran Planet Kehidupan di luar Bumi




Diatas adalah Ilustrasi Panorama Alam di Planet Gliese 163 c

Berikut ini adalah gambaran sekilas mengenai ke tujuh Planet Baru lainnya yang diduga mempunyai Kehidupan;
- Kepler-22b : Salah Satu Planet Kehidupan Selain Bumi ?
- HD 85.512 b : Salah Satu Planet Layak Huni Kehidupan
- HD 40.307 g : Planet yang Penuh dengan Lautan
- Gliese 667 : Planet dengan atmosfernya mirip dengan Bumi
- Gliese 581 g : Planet Kehidupan yang diduga memiliki Masyarakat Maju
- Gliese 581d : Planet Kehidupan yang Serupa dengan Bumi
- Gliese 163 c : Planet yang memiliki Samudra Maha Luas
- Galaksi Bima Sakti ternyata memiliki Planet Kehidupan selain Bumi?

Gliese 163 c ( / ɡ l i ː z ə / ) atau Gl 163 c adalah berpotensi planet dihuni mengorbit bintang katai merah Gliese 163 . Bintang induk adalah 15,0 parsec (sekitar 49 tahun cahaya) dari Matahari, dalam konstelasi Dorado . Gliese 163 cadalah satu dari tiga planet ditemukan dalam sistem. Dengan massa setidaknya 6,9 kali dari Bumi , itu diklasifikasikan sebagai super-Bumi (planet kira-kira 1 sampai 10 massa Bumi). Suhu mungkin terlalu panas untuk kehidupan yang kompleks.

APAKAH GLIESE 163C YANG EXOPLANET PALING LAYAK HUNI?
Atmosfer planet ekstrasurya yang mungkin terlalu panas untuk eksposur manusia lama, namun mikroba alien mungkin mentolerir itu.

Rendition Artis dari "Bumi super" Gliese 163c, yang mungkin mampu mendukung kehidupan mikroba. Klik untuk memperbesar gambar ini.
PHL @ UPR Arecibo
Sebuah planet asing yang baru ditemukan mungkin menjadi salah satu pesaing atas untuk mendukung kehidupan di luar Bumi, para peneliti mengatakan.
Di dunia yang baru ditemukan, sebuah "Bumi super" disebut Gliese 163c, terletak di tepi bintangnya itu zona layak huni - yang hanya kanan kisaran jarak di mana air cair dapat eksis.
SLIDE SHOW: Art Exoplanetary Indah
"Ada berbagai macam struktur dan komposisi yang memungkinkan Gliese 163c menjadi planet layak huni , "kata Xavier Bonfils, dari Perancis Joseph Fourier University-Grenoble, SPACE.com melalui email.
Dia melanjutkan untuk mengingatkan bahwa beberapa kombinasi dihuni kemungkinan ada juga.
Sebuah Earth Hotel Super Newfound
Bonfils dan tim astronom internasional mempelajari hampir 400 bintang katai merah dengan Planet Akurasi Kecepatan Radial Tinggi Searcher (HARPS), sebuah spectograph pada teleskop 3,6 meter di European Southern Observatory La Silla Observatory di Chile.
Gliese 163c adalah salah satu dari dua planet asing yang ditemukan mengorbit bintang Gliese 163, yang terletak sekitar 50 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Dorado Tim menemukan indikasi planet ketiga juga tapi belum bisa memastikannya saat ini.
Beratnya sekitar tujuh kali massa Bumi, Gliese 163c bisa menjadi planet berbatu, atau bisa juga gas raksasa kerdil, kata para peneliti.
"Kami tidak tahu pasti bahwa itu adalah planet terestrial," kata Bonfils. "Planet itu rezim massa dapat darat, laut, atau Neptunus seperti planet."
SLIDE SHOW: exoplanets Terbaik untuk Hidup Alien
Mengorbit di tepi bagian dalam zona habitable, Gliese 163c membutuhkan 26 hari untuk zip sekitar bintang induknya, yang jauh lebih redup daripada matahari kita. Planet kedua, Gliese 163b, memiliki periode orbit hanya sembilan hari, sedangkan lingkaran planet ketiga belum dikonfirmasi dari kejauhan.
Bonfils menunjukkan bahwa ada sekitar 2 persen kemungkinan bahwa Gliese 163c mungkin melewati antara bintang dan matahari dari perspektif Bumi. Jika demikian, para ilmuwan mungkin dapat mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang planet yang jauh dengan menonton itu melintasi wajah bintang inangnya.
Penelitian telah diajukan untuk ditinjau dan publikasi.

Calon Baik Planet untuk Kehidupan?

Laboratorium Habitability Planetary (PHL) di Universitas Puerto Rico di Arecibo menyimpan katalog dunia alien dianggap kandidat yang tepat untuk menjadi tuan rumah hidup. The Gliese 163c baru ditemukan peringkat kelima dalam daftar.

MENONTON VIDEO: Apa yang dibutuhkan untuk menemukan planet 63 tahun cahaya dari Bumi?
http://news.discovery.com/videos/space-3-questions-exoplanets.html
http://youtu.be/ezCrmGE75Hk



Komposisi Pada Data Diagram

Gliese 163 c

Artist konsep bintang katai merah yang dikelilingi oleh tiga planet .
Induk Bintang
( α )
04h 9m 16s
( δ )
53 ° 22 '
( mV )
11.8
48,9  ly
(15,0 
 pc )
M3.5V
( P)
26 d
Karakteristik fisik
( m)
6,9 
( T)
332 [ 1 ] K
Penemuan Informasi
Penemuan tanggal
September 2012 
September 20, 2012
 (diumumkan)
Penemu (s)
Eropa HARPS tim yang dipimpin oleh Xavier Bonfils
Penemuan situs
UJF-Grenoble/CNRS-INSU, Institut de Planétologie et d'Astrophysique dari Grenoble, Perancis.
Penemuan Status
Diumumkan
Database referensi

"Kami menemukan lebih planet berpotensi dihuni sekarang daripada sebelumnya," kata Abel Mendez PHL, yang bukan bagian dari tim 163c Gliese penemuan, SPACE.com melalui email.
Dari enam planet dalam daftar PHL, empat telah ditemukan pada tahun lalu saja - Kepler-22b, Gliese 667Cc, HD 85512b, dan, tentu saja, Gliese 163c.

"Sebagian besar relatif dekat, sehingga kita bisa berharap untuk menemukan yang lebih baik dan lebih dekat dengan sensitivitas teknologi kami untuk Bumi-ukuran planetmembaik, "kata Mendez.
HowStuffWorks: Top 10 exoplanets Remarkable
Untuk peringkat planet layak huni, Mendez dan koleganya di PHL membandingkan mereka dengan satu-satunya planet yang dikenal menjadi tuan rumah hidup. Mereka peringkat dunia menurut bagaimana mereka sama massa, diameter dan suhu cocok dengan orang-orang dari Bumi.

Suhu planet asing yang sulit bagi para peneliti untuk memperkirakan. Suhu sangat dipengaruhi oleh karakteristik atmosfer, dan ilmuwan tidak tahu banyak tentang atmosfer eksoplanet paling '.
Mendez menyatakan bahwa salah satu skenario untuk Gliese 163c mungkin termasuk laut nyaman dengan suasana 10 kali padat seperti Bumi. Lautan global mungkin aduk bawah langit, merah muda tertutup awan.Pada sekitar 140 derajat Fahrenheit (60 derajat Celcius), suhu akan terlalu panas untuk eksposur manusia berkepanjangan atau tumbuhan atau hewan yang kompleks, tetapi beberapa mikroba bisa mentolerir itu.
Tapi itu juga mungkin bahwa Gliese 163c terlalu panas untuk bahkan mereka lifeforms hardy untuk eksis.

Sementara itu, Bonfils dan timnya berniat untuk menggunakan HARPS untuk melanjutkan pencarian mereka untuk planet yang bisa matang untuk hidup, berharap untuk menemukan satu yang memungkinkan para astronom untuk mempelajari hari ini bukan besok.
"Meskipun itu bagus untuk membangun sampel planet layak huni mungkin yang akan diamati dengan teleskop generasi berikutnya, akan lebih baik jika kita bisa menemukan planet yang bisa mencirikan dengan observatorium hari ini," kata Bonfils..

Mungkinkah ada kehidupan asing di lautan Planet 'Gliese 163 c'
Rendition Artis dari "Bumi super" Gliese 163 c.Ditemukan awal bulan ini oleh Planet Akurasi Kecepatan radial Tinggi Searcher (HARPS) di La Silla Observatory di Chile, dan dikonfirmasi Kamis lalu, planet ekstrasurya Gliese 163 c kini peringkat sebagai salah satu dari exoplanets bersaing atas untuk memiliki kehidupan asing.

Salah satu dari dua planet yang diketahui mengorbit Gliese 163 , sebuah bintang katai merah 49 tahun cahaya di Dorado konstelasi , Gliese 163 c, sebuah 'super Bumi' dengan hampir 7 kali massa planet kita, orbit dalam 'bintangnya' s zona layak huni '- daerah di sekitar bintang dimana air cair dapat eksis di permukaan planet - yang merupakan salah satu kriteria yang kami percaya diperlukan bagi kehidupan untuk berkembang. Planet lainnya terdeteksi dalam sistem, Gliese 163 b, bahkan lebih besar daripada Gliese 163 c, mengorbit lebih dekat ke bintangnya, dan berputar dalam orbitnya sekali setiap 9 hari. Indikasi adalah bahwa mungkin ada satu planet lain dalam sistem, namun para peneliti belum bisa mengkonfirmasi keberadaannya.
Karena ukurannya yang kecil bintang katai merah, zona layak huni itu menciptakan lebih dekat untuk itu daripada zona layak huni yang dihasilkan oleh matahari kita. Jadi, meskipun kedua Gliese 163 c dan orbit Bumi hanya di dalam zona habitasi bintang masing-masing, Gliese 163 c adalah hampir sepuluh kali lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan Bumi ke Matahari, baik dalam orbit Merkurius, dan lingkaran Gliese 163 setiap 26 hari.
Para peneliti masih belum tahu banyak tentang c 163 Gliese selain massa dan jarak orbit.
"Kami tidak tahu pasti bahwa itu adalah planet terestrial," kata Xavier Bonfils, dari Perancis Joseph Fourier University-Grenoble, menurut SPACE.com . "Planet itu rezim massa dapat darat, laut, atau Neptunus seperti planet."
Jika itu adalah planet terestrial , seperti Bumi, dengan komposisi yang sama, bisa memiliki suhu permukaan sekitar 60 derajat Celsius - dibandingkan dengan rata-rata temperture 15 derajat Celcius di Bumi - dan mungkin memiliki diameter hingga dua kali lebih besar Bumi dan gravitasi permukaan sekitar 2 sampai 3 kali apa yang kita alami di sini.

Abel Mendez, seorang Profesor Fisika dan Astrobiology di University of Puerto Rico di Arecibo, dan penyidik prinsip di Laboratorium Habitability Planetary (PHL), menyarankan kemungkinan bahwa Gliese 163 c mungkin sebuah dunia laut, dengan atmosfer tebal sekitar 10 kali lebih padat daripada kita, dan lautan global di bawah langit, merah muda tertutup awan. Dia dan rekan-rekannya di PHL menggunakan perbandingan dasar dengan bumi, dan sedikit imajinasi, untuk menentukan kondisi apa mungkin seperti di dunia yang jauh.

PHL saat ini memiliki daftar 6 exoplanets dihuni potensial , masing-masing dengan ' Indeks Kesamaan Bumi '(ESI) Peringkat antara 0,0 dan 1,0, dengan 1,0 menjadi persis seperti Bumi.
# 6 pada daftar, tapi yang pertama pada daftar untuk ditemukan, Gliese 581 d memiliki ESI dari 0,72.
# 5 kini diduduki oleh baru-ditemukan Gliese 163 c , dengan ESI dari 0,73.
# 4 adalah HD 85.512 b , ditemukan sekitar setahun yang lalu, dengan ESI dari 0,77.
# 3 adalah Kepler-22 b , dengan ESI dari 0,81, yang ditemukan Desember lalu.
# 2 adalah Gliese 667C c , ditemukan mengorbit salah satu bintang dari sistem tiga-bintang November lalu, dengan ESI dari 0,85.
Akhirnya, masih di # 1 sejak penemuannya pada bulan September tahun 2010, adalah Gliese 581 g , dengan ESI dari 0,92.

Planet Gliese 163 c
Para ilmuwan di PHL menganggap planet dengan ESI antara 0,6 dan 0,8 secara kasar seperti Mars, yang berarti bahwa mereka bisa mendukung bentuk-bentuk sederhana dari kehidupan seperti mikroba. Planet di atas 0,8 adalah, sebagai aturan umum, dianggap mirip Bumi, yang berarti bahwa Kepler-22 b, Gliese 667C c dan Gliese 581 g cenderung sangat mirip dengan Bumi.

Ada kemungkinan kecil bahwa Gliese 163 c mungkin transit di bintangnya dari sudut pandang kami, yang akan memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi yang lebih jauh tentang komposisi dan suasana, tapi sampai saat itu kita akan harus puas dengan spekulasi, setidaknya sampai peneliti dapat menemukan cara lain untuk mendapatkan jenis informasi pada jarak ini.

Sekian tulisan mengenai gambaran tentang Planet Gliese 163 c ...
Semoga bermanfaat .. dan bisa menambah wawasan anda, khususnya buat saya pribadi.

Edit ; wawansurya
Sumber;
www.affiliate-waones.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
VIVAnews --
id.wikipedia

merchant 
Search Engine

READMORE....!!

Gliese 581d : Planet Kehidupan yang Serupa dengan Bumi






Gliese 581d : Sekilas gambaran Planet Kehidupan di luar Bumi




Gambar diatas adala ilustrasi panorama Planet Gliese 581d 

Berikut ini adalah gambaran sekilas mengenai ke tujuh Planet Baru lainnya yang diduga mempunyai Kehidupan;
- Kepler-22b : Salah Satu Planet Kehidupan Selain Bumi ?
- HD 85.512 b : Salah Satu Planet Layak Huni Kehidupan
- HD 40.307 g : Planet yang Penuh dengan Lautan
- Gliese 667 : Planet dengan atmosfernya mirip dengan Bumi
- Gliese 581 g : Planet Kehidupan yang diduga memiliki Masyarakat Maju
- Gliese 581d : Planet Kehidupan yang Serupa dengan Bumi
- Gliese 163 c : Planet yang memiliki Samudra Maha Luas
- Galaksi Bima Sakti ternyata memiliki Planet Kehidupan selain Bumi?

Gliese 581 d ( / ɡ l i ː z ə / ) atau Gl 581 d adalah yang diusulkan planet ekstrasurya yang mengorbit pada bintang Gliese 581 sekitar 20 tahun cahaya jauhnya di konstelasi dari Libra . Itu adalah planet ketiga diklaim dalam sistem dan (dengan asumsi model enam-planet) kelima dalam urutan dari bintang.
Meskipun tidak dikonfirmasi untuk menjadi planet terestrial dan secara signifikan lebih besar dari Bumi (di 3,1 kali massa Bumi), yang Super-Bumi adalah planet pertama massa terestrial diusulkan untuk mengorbit dalam zona habitasi bintang induknya.

Dengan asumsi keberadaannya, simulasi komputer iklim telah mengkonfirmasi kemungkinan adanya air permukaan dan faktor-faktor ini bergabung untuk ukuran yang relatif tinggi kelayakhunian planet . Ini akan memiliki Indeks Kesamaan Bumidari 0,74.

Usulan penemuan
Sebuah tim astronom yang dipimpin oleh Stéphane Udry dari Observatorium Jenewa menggunakan HARPS instrumen diObservatorium Eropa Selatan 3,6 meter yang teleskop di La Silla , Chile untuk menemukan planet pada 2007. Tim Udry yang dipekerjakan kecepatan radial teknik, di mana massa dari planet ditentukan berdasarkan gangguan kecil itu menginduksi dalam bintang induknya orbit melalui gravitasi .

Pada bulan September 2012, Roman Baluev disaring keluar "kebisingan merah" dari data Keck dan menyimpulkan bahwa keberadaan planet ini kemungkinan hanya 2,2 standar deviasi.

Orbital karakteristik


Gliese 581 d orbit Gliese 581 di 0,21847 AU, sekitar seperlima dari jarak bahwa Bumi mengorbit Matahari, meskipun eksentrisitas orbit yang belum dikonfirmasi. Saat ini ada dua model untuk orbitnya, yang melingkar seperti Bumi, dan yang eksentrik seperti Mercury . Ini didasarkan pada planet empat dan enam model planet untuk sistem Gliese 581, masing-masing. Berdasarkan model empat planet Gliese 581 d kemungkinan besar akan berada dalam resonansi spin-orbit 2:1, berputar dua kali untuk setiap orbit bintang induknya. Oleh karena itu hari pada Gliese 581 d kurang harus hari 67 bumi panjang.

The jarak orbit menempatkannya di batas luar zona layak huni, jarak di mana diyakini mungkin bagi air untuk eksis di permukaan planet tubuh. Pada saat penemuannya, orbit planet ini awalnya diyakini lebih jauh, namun pada akhir April 2009 tim penemuan asli merevisi perkiraan semula parameter orbit planet, menemukan bahwa mengorbit lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan awalnya diyakini dengan periode orbit dari 66,87 hari. Mereka menyimpulkan bahwa planet berada dalam zona layak huni di mana air cair dapat eksis.

Fisik karakteristik
Gerakan bintang induknya menunjukkan massa minimum untuk Gliese 581 d dari 5,6 kali massa Bumi (analisis sebelumnya memberikan nilai yang lebih tinggi). dinamis simulasi sistem Gliese 581 dengan asumsi bahwa orbit dari tiga planet yang Coplanar menunjukkan bahwa sistem menjadi tidak stabil jika massa planet melebihi 1,6 - 2 kali nilai minimum. Menggunakan nilai massa sebelumnya minimum untuk Gliese 581 d, ini berarti suatu batas atas untuk massa Gliese 581 d dari 13,8 massa Bumi. Komposisi planet ini, bagaimanapun, tidak diketahui.

Iklim dan habitability

Perbandingan planet baru dengan bumi
The zona layak huni Gliese 581 dibandingkan dengan zona layak huni tata surya kita, menunjukkan Gliese 581 d dekat tepi luar
Sebagai planet ini tidak diketahui transit dari Bumi dan kondisi atmosfer yang tidak bisa diamati dengan teknologi saat ini, tidak ada suasana untuk planet ini telah dikonfirmasi sampai saat ini. Dengan demikian, prediksi iklim semua untuk planet ini.

Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet itu memiliki massa serupa dengan Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet tersebut memiliki massa serupa dengan massa Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Pertamakali ditemukan pada tahun 2007, Gliese 581d awalnya tidak masuk kandidat sebagai tempat untuk mencari kehidupan di luar Bumi. Salah satu alasannya adalah ia hanya mendapat sepertiga radiasi Matahari seperti yang didapat Bumi dan kemungkinan ‘tidally locked’ atau hanya satu sisi yang selalu menghadap mataharinya dan punya siang dan malam hari permanen.

Akan tetapi, pemodelan terbaru yang dibuat oleh Robin Wordsworth, Francois Forget, dan rekan-rekan ilmuwan CNRS lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Atmosfir planet itu mampu menyimpan panas berkat padatnya gas CO2 dan dihangatkan oleh cahaya dari bintangnya.

Data Komposisi Planet Gliese 581d

'Gliese 581d', adalah target pengganti Bumi
PLANET TARGET adalah 'Gliese 581d', yang merupakan target pengganti Bumi.
super-Bumi ini diperkirakan besarnya sekitar delapan kali lebih berat daripada planet kita sendiri. Gliese 581d dan tiga adik orbit planet yang dikenal yang rendah massa bintang katai merah Gliese 581, sekitar 20,3 tahun cahaya (194 triliun km) jauhnya dari kami, di konstelasi Libra.

European Southern Observatory
Gliese 581d adalah planet terpencil di sistem Gliese 581, dan mengorbit bintang induknya setiap 66,8 hari. Ini dapat ditutupi oleh laut besar dan mendalam dan merupakan kandidat serius pertama 'waterworld' ditemukan di luar tata surya kita.


Gliese 581 d
Induk Bintang
( α )
15 jam  19 m  26 s [ 1 ]
( δ )
-07 ° 43 '20 " [ 1 ]
( m V )
10,5 [ 1 ]
20,3 ± 0,3  ly
(6,2 ± 0,1  
pc )
M3V
( m )
0,31  M 
( r )
0,29  R 
( T )
3480 ± 48  K
[Fe / H]
-0.33 ± 0.12
7 - 11  Gyr
( a )
0,21847 ± 0,00028 [ 2 ] AU
( e )
( P )
66,87 ± 0,13 [ 2 ] d
(0,183 
y )


(1600 h )
( M )
56 ± 27 [ 2 ] °
( K )
1,91 ± 0,22 [ 2 ] m / s
Karakteristik fisik
( m sin i )
5,6 ± 0,6 [ 2 ] M 
Penemuan Informasi
Penemuan tanggal
24 April 2007
Penemu (s)
Udry et al.
Penemuan situs
Penemuan Status
Diperdebatkan [ 3 ]
Lain sebutan
HO Librae d, HO Lib d, BD-07 ° 4003 d, GJ 581 d, HIP 74.995 d, LFT 1.195 d, LHS 394 d, LPM 564 d, LTT 6112 d, NLTT 39.886 d, TYC 5594-1093-1 d , Wolf 562 d.
Database referensi

Bayangkan kehidupan dari permukaan planet ini - mataharinya, menjadi sepertiga ukuran Matahari dan 50 kali lebih lemah - akan menjadi cahaya, kusam merah di langit. Di bawah laut, yang dalam kemungkinan planet-meliputi, lapisan tebal es mengelilingi pusat berbatu planet. Ini adalah "pertama waterworld kandidat serius" , menurut astronom dan planet pemburu Stephane Udry, dari Observatorium Jenewa di Swiss, yang merupakan bagian dari tim yang menemukan planet pada bulan April 2007. The kelayakhunian ini waterworld, jauh mungkin tergantung pada komposisi dan keberadaan atmosfer. Suasana Venus-seperti, dengan efek rumah kaca, bisa merebus air jauh, sedangkan, tipis Mars-gaya atmosfer akan melihat menghaluskan es menjadi uap.Gliese 581d mengorbit mataharinya setiap 66,8 hari pada sekitar seperlima dari jarak dari Bumi dengan Matahari (0,22 unit astronomi, atau AU), lebih dekat dari perkiraan awal dan tegas dalam zona layak huni bintang itu menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi & Astrofisika pada bulan April 2009.

Perhitungan baru menunjukkan bahwa efek rumah kaca di bawah kondisi atmosfer yang tepat dapat memungkinkan air cair untuk bertahan di permukaannya. Dengan suasana karbon dioksida padat - skenario yang mungkin pada suatu planet besar - iklim tidak hanya stabil terhadap kehancuran, tetapi cukup hangat untuk memiliki lautan, awan, dan curah hujan. Udara lebih padat dan awan tebal akan menjaga permukaan di senja merah abadi keruh, dan massa yang besar berarti bahwa gravitasi permukaan akan menjadi sekitar dua kali lipat di Bumi.

Kesimpulan ESO / Franck Selsis, Universitas Bordeaux


Diagram ini menunjukkan jarak dari planet-planet di tata surya kita (baris atas) dan dalam sistem Gliese 581 (baris bawah), dari bintang-bintang mereka masing-masing (di sebelah kiri). Zona layak huni diindikasikan sebagai daerah biru, menunjukkan bahwa Gliese 581d terletak di dalam zona layak huni di sekitar rendah massa bintang katai merah yangTetangganya termasuk '581b ', raksasa es Neptunus berukuran (15 massa Bumi), dan '581e', planet ekstrasurya terkecil ditemukan sampai saat ini di 1,9 kali massa Bumi, yang garis-garis di sekitar matahari dalam hanya 3,15 hari. Planet lain yang menjanjikan dalam sistem, '581c '(lima massa Bumi), terletak di tepi hangat dari zona layak huni dan, jika memiliki suasana, mungkin terlalu panas untuk kehidupan tuan rumah. Sistem ini ditemukan menggunakan

Akurasi Tinggi Radial kecepatan Planet Searcher (HARPS) spektrograf, bagian dari 3,6 meter teleskop European Southern Observatory di La Silla, Chile. Instrumen sensitif mengambil bergetar sangat kecil dari cahaya yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet. . Sebagian besar exoplanets dikenal 360 ditemukan menggunakan teknik ini.

Planet Gliese 581d
Sejauh ini, pengetahuan kita tentang Gliese 581d samar - apa yang tampak seperti planet mungkin harus menunggu sampai meningkatkan teknologi. Atau sampai seseorang memanggil kembali. "Planet Target setidaknya memiliki keuntungan yang mungkin mendukung kehidupan," kata penulis ilmu pengetahuan dan teori fisikawan Paul Davies, ketua Taskgroup Pasca Deteksi SETI dari International Academy of Astronautics. "Itu tidak berarti hidup terikat untuk muncul di sana, namun. Bisa jadi hidup adalah fenomena aneh, yang terjadi hanya sekali di alam semesta teramati Di sisi lain, mungkin biasanya.. Dalam keadaan kami saat ini ketidaktahuan kita tidak tahu. "

Sekian tulisan mengenai gambaran tentang Planet Gliese 581d ...
Semoga bermanfaat .. dan bisa menambah wawasan anda, khususnya buat saya pribadi.

Edit ; wawansurya
Sumber;
www.affiliate-waones.com
http://mitra-sbm.blogspot.com
http://waones-sbm.blogspot.com
www.yaiyalah.com
id.wikipedia

merchant 
Search Engine

READMORE....!!